
kondisi jembatan penghubung antar kabupaten yang ambrol tergerus air banjir di Desa Tangkil, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Rabu (28/12). Antara
JawaPos.com–Sebuah jembatan di jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Trenggalek bagian selatan dengan Kabupaten Ponorogo, tepatnya di Desa Tangkil, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, ambrol tergerus air. Kondisi itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Rabu (28/12) dini hari.
Peristiwa alam itu menyebabkan kendaraan yang ingin melintas dari Trenggalek menuju Ponorogo melalui Kecamatan Panggul harus berbalik arah dan mengakses Kota Reog dari Kabupaten Pacitan ataupun melalui Kota Trenggalek via Kecamatan Tugu. Demikian pula sebaliknya. Kendaraan dari Ponorogo yang ingin ke Trenggalek tak bisa lagi melalui jalur alternatif di sisi tenggara daerah itu.
”Kejadiannya tadi pagi (28/12) sekitar pukul 04.00 WIB. Itu jalan Kecamatan Panggul menuju wilayah Kabupaten Ponorogo. Jalan itu belum bisa dilalui sehingga harus memutar arah kalau ke Ponorogo via Panggul,” kata Camat Panggul Agus Dwi Karyanto seperti dilansir dari Antara di Trenggalek.
Putusnya akses jalan penghubung itu membuat arus ekonomi di kedua wilayah terganggu. Sebab akses itu menjadi sarana vital bagi perekonomian masyarakat.
Selain menghubungkan ke arah Ponorogo, jalan di jembatan yang ambrol itu juga menjadi akses utama warga ke Pasar Tangkil sekitar setengah kilometer dari jembatan yang amblas. Agar tak melumpuhkan perekonomian, Agus mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan perbaikan dengan membuat jembatan darurat di jembatan yang rusak sepanjang 8 meter dan lebar 3 meter itu.
”Hari ini (28/12), kami lakukan upaya perbaikan dengan membuat jembatan sementara. Karena jalan itu merupakan akses vital untuk perputaran ekonomi masyarakat, itu arah ke Pasar Tangkil juga. Jadi sementara waktu untuk kendaraan roda dua maupun pejalan kaki, kalau untuk kendaraan roda empat kami upayakan jembatan darurat ini bisa dilalui juga,” tutur Agus.
Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah Trenggalek Ahmad Budiharto menambahkan, sebelum ambrol jembatan itu sudah menunjukkan gejala kerusakan. Di antaranya adalah terjadi kerusakan di bawah jembatan berupa retakan sehingga membuat rongga dan menjadi celah air masuk yang membuat dampak kerusakan bertambah parah.
Kondisi itu menurut dia, sudah berlangsung lama namun belum ada tindakan perbaikan. ”Dulu sudah kami laporkan. Jadi secara tidak langsung ini imbas bencana alam juga. Karena proses itu berlangsung cukup lama sehingga menggerus kekuatan konstruksi bangunan dan puncaknya ambles dan ambrol itu,” terang Ahmad Budiharto.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
