
Kepala Bidang Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jatim As
JawaPos.com–Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur menyatakan, kasus santri meninggal di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo murni karena perundungan atau bullying. tidak ada kesalahan dari lembaga pesantren.
Kepala Bidang Pondok Pesantren As'adul Anam menegaskan, AM, santri asal Palembang murni meninggal dunia akibat penganiayaan yang dilakukan seniornya. ”Ini senior dan junior,” tegas Anam, Selasa (6/9).
Ditanya soal kasus bullying dan senioritas, Anam mengangguk. Atas hal tersebut, dia memastikan izin Pondok Pesantren Gontor tak akan dicabut.
”Ini murni (kasus) antara santri dengan santri. Tidak ada hubungannya dengan lembaga,” ujar As'adul Anam.
Izin Pondok Pesantren Gontor, kata dia, sudah dikeluarkan sejak lama. Izin itu berlaku selamanya.
Dengan kejadian itu, Anam memastikan tidak akan melakukan evaluasi izin berdirinya ponpes. Namun, pada pengawasan santri.
”Karena kejadian ini bukan pada lembaga ponpes, pengawasan santri yang ditingkatkan. Pengawasan dilakukan di tingkat kamar, lantai, dan gedung,” tegas As'adul Anam.
Sebelumnya, Noor Syahid, Juru Bicara (Jubir) Ponpes Modern Darussalam Gontor mengakui adanya tindakan kekerasan santri.
”Berdasar temuan tim pengasuhan santri, kami menemukan dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat,” kata Noor Syahid, Selasa (6/9).
Noor mengaku sudah memberikan sanksi tegas pada santri yang terlibat dalam perundungan dan penganiayaan itu. Santri yang meninggal, AM, disebutnya berasal dari Palembang.
”Kami bertindak cepat dengan menindak menghukum mereka yang terlibat,” terang Noor Syahid.
Noor juga mengaku bahwa pada hari yang sama ketika almarhum wafat, pihaknya telah mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi kepada santri yang diduga terlibat.
”Yaitu dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari Pondok Modern Gontor secara permanen dan langsung mengantarkan mereka kepada orang tua mereka masing-masing,” tegas Noor Syahid.
Menurut dia, Ponpes Gontor merupakan pondok pesantren yang tidak mentolerir tindakan kekerasan. Apalagi hingga berujung pada kematian.
”Pada prinsipnya kami, Pondok Modern Darussalam Gontor, tidak mentoleransi segala aksi kekerasan di dalam lingkungan pesantren, apa pun bentuknya, termasuk dalam kasus almarhum AM ini,” papar Noor Syahid.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
