Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Maret 2022 | 00.49 WIB

Saluran Irigasi Meluap, 60 KK di Lamongan Dilanda Banjir

Ilustrasi banjir. Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi banjir. Dok. JawaPos

JawaPos.com - Banjir mulai melanda sejumlah wilayah. Salah satunya yakni Desa Bulubrangsi Desa Gedog, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sebanyak 60 KK terpaksa rumahnya harus terendam antara 40-60 sentimeter dari luapan air irigasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan mengatakan, peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sehingga menyebabkan kenaikan debit air di waduk Jajong yang tak berpintu dam.

"Volume air yang besar mengakibatkan luapan di sepanjang aliran irigasi yang terdapat di Desa Godog dan mengarah ke Desa Bulubrangsi sampai dengan kali Banayar dan Sungai Pajang, hingga bermuara di Sungai Bengawan Solo," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Selasa (1/3).

Dari peristiwa itu, sebanyak 60 unit rumah terendam banjir termasuk lahan pertanian seluas 25 hektare. Belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa. Namun banjir telah membuat aktivitas dan mobilitas warga menjadi terkendala.

"BPBD Kabupaten Lamongan bersama instansi terkait telah berada di lokasi guna melakukan kaji cepat dan pendataan terkait dengan dampak yang ditimbulkan," imbuh Abdul.

Kondisi mutakhir yang dilaporkan hingga Selasa (1/3) pukul 11.00 WIB, permukiman warga dan jalan desa masih terendam air. Namun tinggi muka air (TMA) sudah berangsur-angsur surut.

Kendati TMA banjir telah mengalami penurunan, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Lamongan hingga Kamis (3/3), menurut informasi peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menyikapi hal tersebut, maka BNPB mengimbau kepada seluruh komponen pemangku kebijakan di daerah dan masyarakat agar dapat mengantisipasi adanya potensi bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Upaya seperti pemantauan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air, monitoring kondisi tanggul, jalan dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan lebat disarankan perlu dilakukan secara berkesinambungan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore