Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 November 2021 | 03.23 WIB

Tahun Depan, Target Jatim Punya 34 Hektare Pantai Mangrove

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kawasan Ekowisata Mangrove Sepulu di Kabupaten Bangkalan. Istimewa - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kawasan Ekowisata Mangrove Sepulu di Kabupaten Bangkalan. Istimewa

JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengejar target 34.000 hektare restorasi mangrove di seluruh wilayah pesisir Jatim. Percepatan pencapaian target tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi perubahan iklim dan pemanasan global.

”Dampak pemanasan global dan perubahan iklim tidak sepele. Tidak hanya merusak tatanan kehidupan sosial masyarakat namun juga berdampak pada perekonomian di seluruh dunia,” ungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di sela-sela kegiatan Nanem Tenjang di Kawasan Ekowisata Mangrove Sepulu di Kabupaten Bangkalan, Kamis (4/11) sore.

Khofifah menyebut, perubahan iklim berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat. Kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi tetapi juga mengubah sistem iklim yang mempengaruhi berbagai aspek pada perubahan alam dan kehidupan manusia. Seperti kualitas dan kuantitas air, habitat, hutan, kesehatan, lahan pertanian, termasuk ekosistem wilayah pesisir.

”Ini (penanaman mangrove) adalah salah satu ikhtiar yang kita bisa lakukan untuk menahan laju perubahan iklim yang sangat cepat,” papar Khofifah.

Khofifah menerangkan, lokasi penanaman merupakan kawasan ekowisata yang menjadi area wisata edukasi dan konservasi ekosistem mangrove. Restorasi tersebut, kata dia, juga menjadi salah satu cara untuk merevitalisasi kembali kawasan mangrove Jatim sebagai salah satu destinasi unggulan ekowisata dan eduwisata Jatim.

Pada 2020, telah dilakukan penanaman mangrove baru di Pulau Madura sebanyak 1.237.500 batang dengan luas area penanaman 375 hektare.

Tahun ini, lanjut gubernur, kembali dilaksanakan penanaman mangrove seluas 104,49 hektare dengan bibit sebanyak 254.479 batang. Sehingga, luas kawasan yang telah ditanami mangrove di Pulau Madura pada 2020 dan 2021 yakni 479,94 hektare.

Sebelumnya, gerakan Nandur Mangrove telah dilaksanakan di Kabupaten Tuban, Gresik, dan Banyuwangi. Ditargetkan, sebanyak 1.000 bibit pohon mangrove atau bakau jenis Rhizopora sp dan Avicennia sp, akan ditanam sebagai simbolis dari total 254.749 bibit yang akan disebar di wilayah seluas 104,49 hektare di seluruh Kabupaten Bangkalan.

”Program Nandur Mangrove ini akan secara masif dilakukan. Terutama, wilayah-wilayah yang telah terkonfirmasi siap tanam. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyadari bahwa kerelawanan, kerja sama dan kolaborasi sangat dibutuhkan dalam proses revegetasi dan rehabilitasi mangrove,” ujar Khofifah.

Oleh sebab itu, khofifah mengapresiasi kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk tetap peduli ekosistem pantai dan pesisir. Utamanya, dengan melakukan rehabilitasi, revitalisasi dan revegetasi seluruh daya dukung alam dan daya dukung lingkungan.

”Ayo nandur mangrove, ayo bersihkan pantai kita, bersihkan laut kita,” ucap Khofifah.

Penanaman mangrove di Pulau Madura telah masif dilakukan sejak tahun lalu. Tercatat pada 2020 telah dilakukan penanaman mangrove sebanyak 1.237.500 batang dengan total luas area penanaman 375 hektare. Sehingga diharapkan hingga akhir 2021, total 479,49 hektare lahan di Madura akan ditanami mangrove.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore