Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Juli 2021 | 20.52 WIB

Dispendik Banjarmasin Hentikan PTM, karena PPKM Level 4 Dimulai

Para siswa SMP di Banjarmasin saat ikuti pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19 sebelum diterapkan PPTM level 4. Antara - Image

Para siswa SMP di Banjarmasin saat ikuti pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19 sebelum diterapkan PPTM level 4. Antara

JawaPos.com–Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, resmi menghentikan kegiatan belajar mengajar atau pembelajaran tatap muka (PTM). Sebab, penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 efektif dimulai Senin (26/7).

”PTM semua sekolah dihentikan dari hari ini (26/7) sesuai perintah penerapan PPKM level 4. Semua pembelajaran kembali lewat daring,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto seperti dilansir dari Antara di Banjarmasin, Senin (26/7).

Surat edaran sudah disampaikan ke sekolah sekolah terkait kebijakan menghentikan sementara PTM tahun 2021/2022 tersebut. ”Kita hentikan sementara dengan waktu yang belum ditentukan, melihat kondisi kebijakan terkait penanganan COVID-19 ini selanjutnya,” kata Totok Agus Daryanto.

Menurut dia, semua sekolah tetap menggelar belajar mengajar atau tidak meliburkan diri karena PPKM level 4. Namun, efektifnya menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui belajar dari rumah (BDR) secara daring.

Dia mengatakan, untuk kegiatan para guru di sekolah mengikuti aturan PPKM level 4 yang telah ditetapkan Wali Kota Banjarmasin. Yakni, bergiliran dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Totok Agus Daryanto menyampaikan kepada para guru agar pemberian tugas kepada siswa selama BDR tersebut tidak boleh terlalu banyak. ”Pemberian tugas yang membutuhkan biaya sedapat mungkin tidak dilakukan untuk mengurangi beban ekonomi orang tua siswa,” tutur Totok Agus Daryanto.

Dia juga menyampaikan, penghentian PTM terpaksa dilakukan karena kasus Covid-19 di Banjarmasin makin tinggi. Sehingga semua elemen masyarakat harus waspada.

Menurut Totok, kewaspadaan di sekolah harus dilakukan untuk tidak menjadi sumber penularan baru.

Pelaksanaan PTM untuk tahun ajaran baru 2021/2022 dimulai di Kota Banjarmasin untuk semua jenjang pendidikan pada 12 Juli. Penularan Covid-19 di Kota Banjarmasin mulai melandai, hanya ada enam kelurahan berstatus zona oranye.

Sudah seminggu ini, penambahan kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin naik di atas 200, bahkan kemarin (25/7) bertambah 212 kasus. Total saat ini mencapai 11.533  warga Banjarmasin terjangkit Covid-19 tersebut. Untuk kesembuhan dari Covid-19 di Kota Banjarmasin tidak bertambah hingga kemarin (25/7), masih diangka 9.353 orang sembuh. Meninggal dunia sebanyak 222 orang.

Saat ini, kasus aktif yang terpapar Covid-19 di Kota Banjarmasin sebanyak 1.958 orang. Sebagian dirawat di RS sebagian besar lagi isolasi mandiri. Hingga semuanya wajib taat pada peraturan PPKM level 4.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore