
Kapal-kapal di Teluk Balikpapan. Awak kapal yang turun ke darat diperiksa ketat untuk mencegah penularan Covid-19. Novi Abdi/Antara
JawaPos.com–Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan meningkatkan kewaspadaan di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau. Hal itu terkait kedatangan kapal dari India dan Tiongkok setelah ditemukannya enam warga India yang terpapar Covid-19 di Kota Samarinda.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Wali Kota Balikpapan Rizal Effedi mengatakan, awak kapal dari India dan Tiongkok yang paling diwaspadai terutama awak kapal pengangkut batu bara. Apalagi, di India saat ini kasus Covid-19 kembali merebak yang membuat ribuan orang terpapar.
”Batu bara kita kan diekspor ke India, juga Tiongkok. Satu cara mengangkutnya mereka kirim kapalnya ke sini untuk mengangkut batu bara. Nah itu yang kita waspadai,” ujar Rizal seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, pemuatan batu bara ke kapal dari stockpile bisa memakan waktu beberapa hari. Sementara itu, awak kapal biasanya turun ke darat.
Menurut Wali Kota Rizal, Satgas Covid-19 Balikpapan bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) benar-benar mewaspadai hal tersebut.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II A Samarinda Solihin mengonfirmasi ada enam warga India kini menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Samarinda. Sebab, mereka positif terpapar Covid-19. Para anak buah kapal (ABK) India itu diketahui terpapar setelah satu ABK mengeluh sakit yang segera diperiksa tim KKP.
”Hasil swab positif dan segera kami tracing pada yang lain. Ternyata lima yang lain juga positif,” terang Solihin.
Mengetahui hal itu, keenamnya segera diungsikan ke darat dan menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit. Untuk sementara, pemuatan batu bara ke kapal kargo curah itu juga dihentikan sampai kapal dinyatakan aman kembali.
Sementara itu, pemerintah pusat melarang aktivitas mudik, demikian juga Pemkot Balikpapan. Pelabuhan Semayang dan Bandara Sepinggan adalah dua pintu keluar untuk mudik yang biasanya mulai ramai sejak 2 pekan sebelum Idul Fitri dan puncaknya pada tiga atau dua hari sebelum Idul Fitri.
”Tapi tahun ini, sebagaimana juga tahun lalu, kami melarang masyarakat mudik agar tidak terjadi ledakan penularan kasus Covid-19 ini,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=yDjZm-gDs6M

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
