Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Januari 2021 | 23.28 WIB

Korban Meninggal akibat Gempa di Sulbar Capai 105 Orang

Tim sinkronisasi dan validasi data korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju. Basarnas Mamuju/Antara - Image

Tim sinkronisasi dan validasi data korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju. Basarnas Mamuju/Antara

JawaPos.com–Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Mamuju dan Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (15/1), hingga Rabu (27/1) mencapai 105 orang.

”Berdasar hasil sementara sinkronisasi dan validasi yang dilaksanakan tim, korban meninggal dunia akibat gempa bumi itu berjumlah 105 orang. Sebanyak 95 orang di Kabupaten Mamuju dan 10 orang di Kabupaten Majene,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju Saidar Rahmanjaya seperti dilansir dari Antara, Rabu (27/1).

Dia menjelaskan, jumlah korban luka-luka sebanyak 3.369 orang dan 89.524 orang yang terdampak gempa terpaksa mengungsi di sejumlah titik pengungsian.

Saidar Rahmanjaya menyampaikan, tim sinkronisasi telah melakukan validasi data terkait jumlah korban yang meninggal dunia.

”Sinkronisasi dilakukan dalam rangka menyiapkan data korban gempa bumi yang valid, sebagai dasar pemberian santunan kepada ahli waris korban,” ucap Saidar Rahmanjaya.

Berdasar arahan Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris, lanjut dia, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju ditunjuk sebagai koordinator dalam melakukan sinkronisasi dan validasi data korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Majene dan Mamuju.

”Tim sinkronisasi dan validasi data korban meninggal ini terdiri atas Basarnas, TNI dan Polri, Kemensos, Kementerian Kesehatan, BNPB, dan beberapa sumber pendukung lain. Tim melakukan proses validasi untuk mendapatkan data yang valid agar ahli waris korban meninggal dunia segera mendapatkan santunan,” ujar Saidar Rahmanjaya.

Dia menambahkan, berdasarkan data BNPB, kerusakan yang disebabkan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Majene dan Mamuju pada Jumat (15/1), yakni di Kabupaten Majene satu kantor koramil rusak, 17 fasilitas kesehatan, 4.122 rumah, dan sebanyak 32 fasilitas ekonomi serta perkantoran rusak.

Di Kabupaten Mamuju, tercatat 3.741 rumah rusak, satu hotel, satu minimarket, kantor gubernur, lima unit fasilitas kesehatan, tiga jembatan, dan satu pelabuhan, rusak.

”Kerugian akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, pada Jumat (15/1), mencapai Rp 829,1 miliar,” kata Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai.

Dia menyebut, kerugian akibat gempa di Kabupaten Majene sebesar Rp 449,8 miliar. Dengan rincian, kerusakan permukiman sebesar Rp 365,3 miliar, infrastruktur Rp 235 juta, sosial sebesar Rp 76,9 miliar, kerugian di sektor ekonomi sebesar Rp 5,13 miliar, serta kerugian lintas sektor Rp 2,1 miliar.

Sementara itu, di Kabupaten Mamuju total kerugian akibat gempa ditaksir Rp 379, 3 miliar, terdiri dari kerugian permukiman sebesar Rp 270,1 miliar, kerugian akibat kerusakan infrastruktur Rp 1,3 miliar, sosial Rp 17,4 miliar, ekonomi Rp 50,4 miliar, dan lintas sektor Rp 39,9 miliar.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=_SvJUpeygPE

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore