
Petugas keamanan kantor BPJS Kesehatan tengah membantu peserta JKN-KIS dalam mengurus keperluan pengobatan. (Istimewa)
JawaPos.com - Salah satu pengunjung Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Alimansyah,66, tak canggung sampaikan puasnya terhadap layanan kantor tersebut. Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) asal Banua Hanyar Kecamatan Pandawan ini mengaku puas lantaran prosedur yang diberikan sangat baik. “Begitu masuk dari parkiran langsung disuruh untuk cuci tangan dan dicek juga suhu tubuhnya, semua ini agar sama-sama aman,” tutur kakek satu ini.
Ia mengaku, disaat merebaknya virus yang berasal dari Wuhan Tiongkok ini, orang-orang seumurannya sangat rentan terpapar. “Lebih-lebih virus yang kita lawan tak terlihat, jadi kalau tidak mengikuti standar pencegahannya bisa bahaya,” katanya. Saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Jumat (15/05), Alimansyah sedang melakukan cek kepesertaan untuk memastikan kartu JKN-KIS yang ia miliki aktif. Mengingat pria seumurannya tidak terlalu memahami pemakaian smartphone seperti kebanyakan orang lainnya.
Alimansyah mengatakan dirinya hendak berobat karena ada permasalahan pada bola mata kirinya. Sehingga memerlukan kontrol di Puskesmas yang kemungkinan akan dirujuk ke rumah sakit. Pernah beberapa kali ia gunakan berobat. Semuanya dilayani dengan baik di Puskesmas tanpa adanya biaya tambahan yang ditagihkan. “Alhamdulillah selama pakai nyaman aja, tidak ada tagihan biaya sama sekali, nyamannya lagi tiap bulannya sudah ditanggung pemerintah daerah,” ucap syukurnya.
Masuk dalam segmen kepesertaan Penerima Bantuan Iuran atau PBI, Alimansyah mengaku bantuan kartu hijau tersebut sangatlah bermanfaat. Ia menganggap JKN-KIS merupakan pegangan dalam menemani usia senjanya. Usia seperti Alimansyah sangatlah rentan dengan berbagai penyakit. Dan Jaminan Kesehatan merupakan solusi terbaiknya. “Alhamdulillah-nya sekarang sudah ada program seperti ini, sangat membantu sekali untuk orang-orang tua seperti saya,” tutur Alimansyah.
Melihat pentingnya jaminan kesehatan, Alimansyah berharap walaupun nanti sudah berganti pemerintahan, program JKN-KIS supaya ada selamanya. Ia membayangkan jika di usianya tidak ada KIS, pasti akan sangat membutuhkan biaya yang sangat banyak. Terlebih orang dengan seusianya pasti juga banyak jumlahnya. “Mudah-mudahan ada terus BPJS Kesehatan, supaya bisa membantu kami terus, bahkan sampai generasi cicit-cicit saya,” tutupnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
