
Ratusan warga Kimbeli dan kampung-kampung sekitar Kota Tembagapura berjalan kaki dari kampung mereka menuju Tembagapura untuk meminta dievakuasi ke Timika lantaran ketakutan dengan kehadiran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Minggu (8/3/2020) (Antara Ne
JawaPos.com–Empat kampung di sekitar Kota Tembagapura kini telah kosong. Seluruh warga dievakuasi ke Timika lantaran lokasi itu telah dimasuki kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menjelaskan, di Waa, Banti, Opitawak, dan Kimbeli sudah tidak ada orang lagi. Semua penduduk asli Amungme, termasuk warga pendulang emas di Kali Kabur telah dievakuasi ke Timika.
”Situasi di sana tidak nyaman. Warga tidak bisa bertahan. Untuk pergi membeli bahan kebutuhan pokok di Tembagapura saja mereka kesulitan karena situasi yang tidak memungkinkan," kata Johannes seperti dilansir dari Antara pada Kamis (12/3).
Johannes menegaskan, tidak ada penampungan khusus bagi warga yang dievakuasi dari Distrik Tembagapura itu. Setiba di Timika, ribuan warga itu langsung diantar ke rumah kerabat mereka di beberapa titik di Kota Timika seperti Kwamki Lama, SP12, SP13, SP9, SP2, SP3, Irigasi, dan sebagian lagi tersebar di Kota Timika.
Dinas Sosial Mimika mencatat jumlah warga Distrik Tembagapura yang dievakuasi ke Timika seluruhnya mencapai 1.662 orang. Sebagian besar merupakan ibu-ibu dan anak-anak.
Warga Tembagapura itu meminta Pemkab Mimika bersama TNI, Polri, dan PT Freeport Indonesia dapat memfasilitasi untuk kembali ke Tembagapura jika situasi kamtibmas di kampung mereka sudah kondusif. Mereka tidak mau tinggal berlama-lama di Timika. ”Katanya cukup satu minggu karena mereka punya rumah, ternak, dan lain-lain yang ditinggal begitu saja. Tapi semua tergantung situasi dan kondisi keamanan di sekitaran Tembagapura,” jelas Johannes.
Beberapa warga Distrik Tembagapura yang ditemui di kompleks Gereja Kingmi Jemaat Rehobot Jalan Agimuga, Mile 32, Kuala Kencana, mengakui hampir seluruh penduduk di empat kampung sekitar Kota Tembagapura, telah dievakuasi ke Timika. ”Yang sekarang tersisa di sana hanya satu orang mono (tunarungu). Dia lari kembali ke kampung saat masyarakat naik bus ke Timika,” ujar warga Tembagapura.
Warga menuturkan, mereka terpaksa meninggalkan semua harta benda dan ternak babi di kampung, lantaran tidak ingin menjadi korban saat aparat keamanan terlibat kontak tembak dengan KKB.
”Habis mau bagaimana lagi, situasinya memang tidak memungkinkan untuk kami bertahan di Banti," ujar warga Tembagapura yang enggan menyebutkan identitasnya itu.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=57Nrr4j60j8
https://www.youtube.com/watch?v=BT8317p0BIA
https://www.youtube.com/watch?v=zp1qIrp6_QY

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
