
AHY saat melangsungkan sesi jumpa pers di @Hom Hotel, Kota Semarang, Senin (1/4).
JawaPos.com - Pernyataan Amien Rais mengenai penggunaan people power jika ada kecurangan pada pemilu menuai beragam komentar. Salah satunya Agus Harimurti Yudhoyono yang menanggapinya dengan menggambarkan kondisi bangsa dewasa ini.
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat itu melihat adanya dua pandangan terhadap kondisi bangsa akhir-akhir ini, atau semasa pemilu. Pertama, pandangan yang menunjukkan semuanya baik-baik saja atau jikalai percikan muncul dalam kompetisi politik, itu hal biasa.
"Satu pandangan lagi mengatakan bahwa negara kita sudah sangat terpolarisasi, kompetisinya semakin tidak sehat," kata AHY saat sesi jumpa pers dengan wartawan di @Hom Hotel, Kota Semarang, Senin (1/4).
Maka dari itu, perpecahan bisa saja terjadi apabila kondisi kedua itu terus berlanjut. Tanpa ada keadilan ataupun unsur-unsur demokratis selama penyelenggaraan pemilu. AHY sendiri pernah menyampaikan ini kepada Menkopolhukam Wiranto menimbang situasi perpolitikan negara saat ini, termasuk sampai lima tahuh mendatang.
"Kalau saya melihat dari sisi tengah (antara dua pandangan), bahwa iya, tentu saja kita tidak perlu membesar-besarkan. Terlalu berlebih-lebihan bahwa sepertinya negara kita ini dalam keadaan yang chaos, sehingga kita semua harus panik. Tidak juga seperti itu," katanya.
Kendati demikian, pihaknya juga secara hati-hati terus mengingatkan kepada penyelenggara pemilu, pemerintah, termasuk TNI, dan Polri. Tentang bagaimana menjamin saat masa coblosan dan selepasnya nanti, Indonesia tetap stabil secara poltik. Artinya, masih aman dan damai satu sama lain.
"Mengapa? karena kita tidak mampu untuk menghadapi risiko buruk yaitu jika terjadi kecurangan, apalagi terjadi secara masif terstruktur dan sistematis yang terjadi di sana-sini. Sehingga membuat rakyat kita marah, rakyat kecewa, rakyat akhirnya turun ke jalan menuntut keadilan," katanya.
Lebih buruk jika dunia internasional mengetahui kondisi negara Indonesia macam itu. "Tentu semua kita hindari dan kita antisipasi jangan sampai terjadi. Tapi kalau kata-katanya tadi ada people power, tergantung bagaimana pemilu 2019 ini diselenggarakan dan bagaimana kita semua sebagai bangsa memiliki kedewasaan dan kebijaksanaan dalam menghadapi segala hasil yang akan terjadi 17 April nanti," tegasnya.
Oleh karenanya, ia berharap kepada para penyelenggara pemilu beserta instansi terkait dapat menunjukkan profesionalisme masing-masing. Melalui prinsip netralitas dan imparsialitas sehingga rakyat dapat menerima apapun hasil dari Pemilu nanti.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022