
ILUSTRASI kabur dari rumah. Seorang anak kecil berusia 10 tahun nekat minggat dari rumah lantaran kerap dipukuli.
JawaPos.com - Informasi seorang bocah SD berusia 10 tahun tidak pulang ke rumahnya sejak Senin (21/1) siang, beredar cepat melalui aplikasi pesan WhatsApp, Selasa (22/1). Beberapa saat kemudian, kabar bahwa bocah tersebut telah pulang ke rumahnya, juga tersebar di grup WhatsApp.
Dari pengakuan bocah tersebut, dia minggat dari rumah karena sering dipukul sang ibu. Selain itu, dia juga sering disuruh melakukan pekerjaan rumah seperti memasak dan mengangkat air.
"Setiap pulang sekolah masak nasi. Ibu tidak ada. Ibu kerja," ujarnya dengan wajah sedih dan berlinang air mata, dikutip dari Harian Rakyat Kaltara (Jawa Pos Group), Kamis (24/2).
Namun, sang ibu berinisial Rn, membantah bahwa anaknya mendapat perlakuan kasar. Menurutnya, dia hanya sering melarang anaknya bermain sebelum makan.
"Kalau menegur dia, pasti lari. Tapi saya kadang larang dia main di luar. Kejadian seperti ini baru terjadi," ujarnya.
Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Bulungan, Aiptu Lince Karlinawati ketika dikonfirmasi media ini, mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan ibu bocah tersebut.
"Kami menanyakan apa yang terjadi. Setelah disimpulkan ternyata ada tindakan kasar dari orangtuanya yang tidak bisa diterima oleh anaknya. Kami mediasi ternyata ibunya sering marahi dan memukulnya," ujarnya.
"Kami melihat sendiri pada saat anak itu pulang dan bertemu dengan ibunya, tidak sedikit pun menyesali ataupun menyambut baik kedatangan anaknya, malah memarahi," sambungnya.
Dirinya pun mengingatkan orangtua bocah tersebut agar tak berlaku kasar. Jika mengulangi perbuatannya, pihaknya akan memproses.
"Mendidik itu tidak mesti menggunakan cara yang kasar. Anak akan mengerti sendiri jika diberikan pengertian," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kaltara, Martina mengatakan, akan berupaya agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Orangtua, kata dia, harus tahu bagaimana memperlakukan buah hatinya.
"Kami akan terus lakukan pendampingan secara pribadi dan pendekatan kepada orantuanya, bagaimana mendidik anak dengan baik," ujarnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
