Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Januari 2019 | 05.13 WIB

PPP Diprediksi Hancur, Golkar Kokoh di Daerah "Zona Merah" Jokowi

Najmudin Rasul saat diwawancarai awak media di Padang - Image

Najmudin Rasul saat diwawancarai awak media di Padang

JawaPos.com - Sumatera Barat (Sumbar) disebut-sebut zona "merah" oleh tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf menuju kursi Pilpres April mendatang. Kondisi ini berkaca pada capaian Pilpres 2014 sangat kecil.


Dimana, Jokowi-JK kalah telak dengan pasangan Prabowo-Hatta yang unggul hampir 80 persen.


Banyak pihak beranggapan, jika pada Pemilu Legislatif yang sekaligus Pilpres, suara partai politik (parpol) pengusung dan pendukung nomor urut 01 bakal terjun bebas di 2019, khususnya untuk wilayah pemilihan Ranah Minang.


Pengamat politik Sumbar Najmudin Rasul menilai, secara umum, Parpol yang berpotensi meraup suara besar di Sumbar adalah Gerindra, PKS dan Parpol pengusung Prabowo-Sandi. Sebab, kedekatan emosional masyarakat Sumbar masih sangat kentara terhadap paslon nomor urut 02.


Namun, terang doktor jebolan Universitas Kebangsaan Malaysia itu, partai Golkar tidak bisa dipandang sebelah mata, meski Golkar jelas-jelas mengusung dan mendukung Jokowi-Ma'ruf.


"Parpol yang berpotensi meraup suara banyak di Sumbar yaitu Gerindra, PKS dan Golkar," terang Najmudin Rasul saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (9/1).


Jika ditarik ke belakang,  Sumbar salah satu daerah basis pemilih Golkar. Buktinya, pada Pemilu 2014, Golkar berhasil keluar menjadi partai pemenang dan menduduki kursi ketua DPRD Sumbar periode 2014-2016. Bahkan, banyak daerah di Sumbar yang memiliki ketua DPRD dari partai berlambang pohon beringin itu.


"Golkar di Sumbar punya pemilih tradisional. Seperti di Tanah Datar, Agam, Sijunjung dan sebagainya," kata Najmudin.


Kendati demikian, potensi suara Golkar akan digerus Gerindra, PKS dan beberapa Parpol lainnya juga tidak tertutup. Namun, yang paling merugi dalam Pemilu 2019 di Sumbar adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).


Menurut Najmudin, perilaku politik Ketum PPP dan kebijakan Menteri Agama yang dianggap terlalu pro Jokowi membawa dampak kerugian bagi pemilih, khususnya untuk Sumbar.


"PPP mungkin mengalami penurunan drastis. Sebab, kebijakan Parpolnya full dukung Jokowi tanpa menghiraukan suara wilayah dan cabang," tutup Najmudin yang baru saja meluncurkan bukunya yang berjudul Tren Perubahan Partisipasi Politik Generasi Milenial di Era Transisi ke Demokrasi itu. 

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore