
Kadiv Humas Polri Brigjen M Iqbal saat ditemui di Mapolda DIJ, Jumat (7/12).
JawaPos.com – Kepolisian Republik Indonesia menegaskan akan melakukan upaya paksa dalam menangkap pelaku pembantaian pekerja proyek di Kabupaten Nduga, Papua. Tanpa memakai istilah hidup atau mati, seluruh pelaku harus dilumpuhkan.
"Upaya paksa untuk melakukan penangkapan sesuai prosedur. Kami tidak menggunakan istilah hidup atau mati. Tangkap, sama dengan pelaku kriminal lain," kata Kadiv Humas Polri Brigjen M Iqbal ditemui di Mapolda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Jumat (7/12).
Ketika memang nantinya para pelaku tersebut melawan dan membahayakan, tidak ada pilihan lain bagi petugas. Yaitu mengeksekusinya mati. "Apabila melakukan perlawanan yang mengancam nyawa petugas dan masyarakat, tidak ada pilihan lain. Kami lumpuhkan walaupun akibatnya mematikan," ucapnya.
Saat ini tim juga telah bergerak untuk penanganan penegakan hukum. Pihaknya telah menurunkan pasukan terpilih yang ditugaskan langsung oleh Kapolri dan Panglima. Waktu lamanya pengejaran ini belum bisa ditentukan. Sejauh ini kendala yang dihadapi berupa faktor alam. Karena letak di geografis di sana berupa pegunungan.
"Secara geografis Papua khususnya Kabupaten Nduga pegunungan dan lembah. Cuaca saat ini hujan gelap, ini faktor keamanan. Jangan grusa-grusu (terburu-buru) masuk," katanya.
Lanjut Iqbal, kepolisian juga sudah paham mengenai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini kelompok dari mana. Narasi yang beredar di media memang sudah banyak bermunculan. Organisasi Papua Merdeka (OPM) juga sudah mengklaim bahwa mereka yang bertanggung jawab. Namun pihaknya belum akan membukanya ke publik.
"Kami sudah paham KKB ini kelompok mana. OPM klaim silakan saja. Kami punya SOP sendiri karena ini perbuatan melawan hukum. Kami sudah paham ada narasi yang mengaku jubir, itu menjadi bahan saja. Tetapi ini belum kami pastikan, kami tidak mau terpancing dengan propaganda mereka. Doakan saja segera melakukan proses hukum dan memburu kejar di manapun mereka berada," ucapnya.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
