Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 September 2026 | 16.38 WIB

13 Tahun Jadi Sopir di Papua, Polisi Pastikan Aris Sanda Bukan Intel

Jenazah dan mobil Aris Sanda, korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM), ditemukan oleh Koops TNI Habema di Jalan Trans Wamena. Saat ini, evakuasi masih berlangsung. (Koop TNI Habema). - Image

Jenazah dan mobil Aris Sanda, korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM), ditemukan oleh Koops TNI Habema di Jalan Trans Wamena. Saat ini, evakuasi masih berlangsung. (Koop TNI Habema).

JawaPos.com - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz memastikan bahwa Ari Sanda, sopir yang ditembak oleh orang tak dikenal di papua bukan intel.

Dia merupakan warga sipil yang sehari-hari mencari nafkah sebagai sopir lansiran. Pekerjaan itu sudah dilakoni oleh korban selama 13 tahun.

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menegaskan hal itu setelah pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dia meminta agar masyarakat, khususnya di Kabupaten Jayawijaya, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Termasuk di antaranya klaim yang disampaikan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menyebut Aris Sanda sebagai intel.

Dia menegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar. Sebab, Aris Sanda adalah warga sipil.

”Kami bisa pastikan bahwa berita yang menyebut sopir lanjuran itu merupakan anggota intel aparat keamanan adalah berita bohong atau hoaks. Sopir tersebut memang bekerja sebagai sopir dan sudah menjalankan pekerjaannya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut,” kata Yusuf pada Kamis (17/9).

Satgas Operasi Damai Cartenz, lanjut Yusuf, akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa penembakan hingga jenazah korban ditemukan dalam keadaan hangus terbakar bersama mobilnya di Jalan Trans Wamena.

”Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengejar dan menangkap pelaku kejahatan ini,” ujarnya.

Berkaitan dengan dugaan keterlibatan kelompok tertentu dalam aksi penembakan terhadap korban, Yusuf menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap informasi yang diperoleh di lapangan.

Editor: Bayu Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore