
Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko (kiri) saat berada di Malang, Kamis (22/11).
JawaPos.com- Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko angkat bicara soal pelantikan Letjen Andika Perkasa sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Moeldoko menegaskan, pelantikan tersebut murni otoritas Presiden Joko Widodo. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan status Andika sebagai menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono.
"Tidak bisa lah presiden diintervensi. Karena tidak bisa sembarangan, semua bisa melihat," tegasnya saat berkunjung ke Malang, Kamis (22/11).
Status Andika yang merupakan menantu Hendropriyono adalah sebuah kebetulan. "Kebetulan aja menantunya. Bukan berarti dominasi untuk mengambil keputusan, ndak, ndak ada," kata pria yang juga pernah menjabat sebagai KSAD itu.
Menurutnya, Jokowi mempunyai otoritas penuh untuk melakukan penunjukan tersebut. "Jadi jangan mengartikan yang lain," imbuhnya.
Pelantikan tersebut merupakan sebuah pilihan yang tepat. Meskipun memang ada beberapa Letjen yang hampir satu angkatan dengan Andika.
Andika juga mempunyai track record yang cukup memadai dalam memegang komando. "Menjadi komandan korem, pangdam, menjadi pangkostrad. Saya pikir sudah cukup memadai untuk sebuah jabatan untuk KSAD," ungkap Moeldoko.
Seperti diketahui Presiden Joko Widodo melantik Andika Perkasa sebagai KSAD di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/11). Andika dilantik berdasarkan keputusan Presiden Nomor 97/TNI Tahun 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan KSAD, yang ditetapkan 22 November 2018. Perwira tinggi asal Bandung itu menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang akan pensiun tahun depan.
Andika yang bakal menyandang bintang empat di pundak, memiliki track record yang mentereng. Karirnya dimulai sebagai komandan peleton hingga berangsur-angsur naik menjadi Dansub Tim 2 Detasemen 81 Kopassus (1991); Den 81 Kopassus (1995); Danden-621 Yon 52 Grup 2 Kopassus (1997); Pama Kopassus (1998), dan Pamen Kopassus (1998). Pada 2002, Andika diangkat menjadi Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus.
Dia kemudian dimutasi menjadi Kepala Seksi Korem 051/WKT Dam Jaya. Belum genap setahun, dia kembali dimutasi dan menjabat sebagai Pabandya A-33 Direktorat A Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
Karir militernya semakin moncer sejak Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK) resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Hanya dua hari setelah Jokowi-JK dilantik, Andika ditunjuk sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden ( Paspampres). Saat itu pangkatnya naik menjadi Mayor Jenderal.
Dua tahun mengawal Presiden Jokowi, pada 2016 Andika diangkat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII Tanjungpura. Selanjutnya pada 2018, dia diangkat sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad). Pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Jenderal.
Tak lama kemudian, Andika kemudian dipercaya menjabat sebagai Pangkostrad. Dia menggantikan Letjen Eddy Rahmayadi yang mundur untuk maju di Pilgub Sumatera Utara.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
