
Perumahan Witayu terendam banjir. Warga terpaksa mengevakuasi barang-barang berharga dibantu oleh BPBD Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (22/11) siang.
JawaPos.com - Tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir, membuat Sungai Siak meluap. Akibatnya, sekitar 220 kepala keluarga (KK) di Perumahan Witayu, Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, tergenang banjir.
Air yang merendam perumahan tersebut tingginya mencapai 1 meter atau seukuran pinggang orang dewasa. Selain karena meluapnya air Sungai Siak, tidak berfungsinya pintu air untuk menahan debit air dari sungai, menjadi salah satu penyebab banjir.
Camat Rumbai Vemi Herliza mengatakan, dirinya sudah turun ke lokasi bersama dengan BPBD Kota Pekanbaru. "Kami sudah turun ke lokasi banjir, memberikan sosialisasi dan memberikan tenda-tenda darurat buat warga yang rumahnya terendam sebanyak kurang lebih 220 kartu keluarga," ujar Vemi, Kamis (22/11).
BPBD Kota sudah memasang tenda darurat di sana. Tetapi, warga setempat enggan untuk menempatinya. Mereka lebih memilih menumpang di rumah tetangga dan sanak saudara yang tidak terkena banjir.
"Warga menolak tinggal di tenda yang kami sediakan. Dengan alasan warga lebih memilih tinggal dirumah saudaranya yang dekat saja untuk menjaga harta benda mereka yang tertinggal," katanya.
Selain tenda, dapur umum juga sudah didirikan untuk kebutuhan makanan para korban banjir. "Sudah tadi malam ditegakkan. Obat-obatan juga telah kami sediakan di lokasi banjir yang diperbantukan oleh pihak-pihak terkait," sebutnya.
Saat ini kata Vemi, pihaknya juga masih menunggu bantuan lainnya datang. Seperti bantuan sembako dari Dinas Sosial Kota dan obat-obatan dari Puskesmas yang ada di Rumbai. "Sudah kami sampaikan secara lisan dan sedang menunggu," kata dia.
Sementara itu, untuk meminimalisir banjir susulan, pihak kecamatan akan mengajukan surat permohonan perbaikan kepada instansi terkait agar pintu bendungan air dapat diperbaiki.
"Kalau saat ini, warga berharap air dapat surut dan cepat tinggal dirumahnya. Untuk pintu air disana belum ada, kedepannya kami ajukan ke pihak terkait. Sebenarnya permintaan warga ada juga minta dibuatkan turap tapi belum terealisasikan," pungkas Vemi.
Terpisah, Ketua RW 11 Kelurahan Sri Meranti Kecamatan Rumbai Pesisir Junaidi mengaku, banjir ini merupakan banjir tahunan yang sudah dirasakan sejak 2002 silam. Genangan air tersebut sudah melanda pemukiman sejak sepekan belakangan.
"Hampir kurang lebih seminggu kejadian banjir ini. Ada 4 RT yang terendam, warga tidak mau didirikan tenda, lebih memilih mengungsi dirumah saudara atau menyewa kembali," sebut Junaidi.
Ia berharap agar pemerintah dapat lebih memperhatikan masyarakat di perumahan Witayu. Sebab, musibah banjir ini bukan pertama kali dirasakan mereka. "Kami harap pemerintah bisa menyelesaikan lah segera. Karena setiap tahun kalau musim hujan datang disini akan banjir," harapnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
