
SAMBANGI PONPES: Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto sewaktu menembus cegatan wartawan sesaat usai menyambangi Pondok Pesantren As-Sodiqiyah di Sawah Besar, Kota Semarang, Senin (29/10).
JawaPos.com - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyambangi Pondok Pesantren As-Sodiqiyah di Sawah Besar, Kota Semarang, Senin (29/10). Sembari bersilaturahmi, pasangan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 itu juga sempat membagikan buku.
Prabowo sendiri tiba sekitar pukul 12.00 WIB. Didampingi mantan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo serta Ketua DPD Gerindra Jateng Abdul Wachid, kedatangan Mantan Panglima Kostrad itu disambut para santri, dimana banyak dari mereka yang kemudian mengajak bersalaman.
Tak lama setelahnya, Prabowo lantas melangsungkan pertemuan tertutup di dalam salah satu bangunan As-Sodiqiyah bersama para pengurus Ponpes, termasuk pimpinannya KH Shodiq Hamzah. Dari dalam, Prabowo memberikan sambutan yang disambungkan melalui pengeras suara. Sehingga bisa didengar dari luar bangunan.
"Terimakasih kami diterima di sini. Tujuan kami ke sini adalah kulonuwun sebagai kebiasan adat bangsa kita, bangsa timur. Kalau mau dateng ke suatu daerah adatnya itu kita harus kulonuwun, sowan ke sesepuh-sesepuh, tokoh-tokoh," ujarnya sembari menegaskan, bahwa silaturahminya sekaligus meminta restu memperjuangkan nasib rakyat Indonesia melalui Pilpres 2019.
Tak lama berselang, Prabowo pun lantas mengatakan bahwa ia telah menuangkan pandangannya mengenai bangsa Indonesia. Yang ia tulis ke dalam sebuah buku dan tentunya isinya berdasarkan kajian-kajian serta analisa.
"Saya melihat ada kejanggalan di bangsa kita. Kejanggalan ini mengakibatkan bahwa sistem ekonomi di bangsa kita ini menurut pandangan saya itu sudah saya kaji selama 25 tahun lebih dengan angka, data, fakta. Dengan semua yang bersumber dari pemerintah Republik Indonesia sendiri dan dan badan-badan internasional Bank Dunia PBB. Jadi di buku saya tidak ada data dari saya," terangnya.
Kendati tidak merinci kejanggalan termaksud, namun didasari alasan tersebut, Prabowo menyatakan niatnya untuk maju kembali dalam Pilpres ini. Dirinya ingin membenahi sistem yang menurutnya, sama sekali tak bisa membawa kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.
"Sistem yang keliru, bukan sistem yang dibangun oleh pendiri pendiri bangsa Indonesia. Bukan sistem yang dibangun oleh pendiri pendiri bangsa Indonesia. Jadi intinya adalah bahwa sistem sekarang ini hanya bisa berakibat kepada bangsa bangsa Indonesia gagal," tegas mantan suami Titiek Soeharto tersebut.
Ia mengaku berani berkata seperti itu, bahkan berulang kali, lantaran melihat saat ini kekayaan sumber daya alam maupun manusia Indonesia mengalir keluar. Tak ada keuntungan bangsa yang dinikmati masyarakatnya sendiri. Ini semua sebagaimana ia sebutkan sebagai inti dari kesalahan sistem yang ia maksud sebelumnya.
"Dan ini saya buktikan dalam buku saya. Saya akan tinggalkan. Saya mohon dipelajari, saya mohon disanggah, kalau ada kekeliruan ngomong saya dikoreksi," ujarnya.
Meski kalangan wartawan tak diperkenankan masuk dan menyaksikan buku apa yang dimaksud Prabowo, tetapi jika menilik dari kontennya, kemungkinan besar adalah 'Paradoks Indonesia'. Diluncurkan tahun lalu dan dibuat sebagai bentuk kritikan yang membangun untuk pemerintah.
Berselang semenit lebih sedikit saja, suara Prabowo yang disuarakan melalui pengeras suara hilang. Sambungan speaker dimatikan oleh panitia. Berselang cukup lama, Prabowo akhirnya beserta rombongan keluar dari bangunan sekira pukul 13.30 WIB dan bergegas meninggalkan lokasi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
