
Menkopolhukam, Luhut Binsar Pandjaitan
JawaPos.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar memanggil dua sosok yang dinilai sentral dalam kasus proyek Meikarta. Mereka adalah Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan dan CEO Lippo Group James Riady.
Pasalnya, Ferry menilai ada kontradiksi antara pernyataan Luhut soal perizinan Meikarta saat topping off proyek. Serta, peristiwa terciduknya Bupati Bekasi Neneng Hassanah dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terlibat suap perizinan proyek tersebut.
"Pada saat itu beliau (Luhut) bilang perizinan termasuk di dalamnya amdal sudah selesai. Ternyata OTT ini membantah, perizinan belum selesai. Tapi pernyataan Pak Luhut ini menjadi dasar para konsumen dengan uang yang mereka miliki untuk bayar DP atau booking fee yang jumlahnya ribuan orang. Dan mereka tersugesti pernyataan Pak Luhut yang di situ hadir sebagai representasi pemerintah. Menyatakan perizinan sudah selesai," katanya saat dijumpai di UTC Convention Center, Semarang, Selasa (23/10).
Untuk itu, Ferry meminta KPK memanggil segera Luhut. Selain guna adanya upaya pertanggungjawaban pernyataannya soal itu, juga supaya ada klarifikasi dari pihak bersangkutan.
"Ini penting bagi KPK dan masyarakat harus mendukung langkah KPK mengusut ini. Karena sudah beberapa kali, bukan hanya kasus di Meikarta, tapi dalam kasus reklamasi, Pak Luhut selalu pasang badan," sambungnya.
Di sisi lain, Ferry juga menganggap bahwa CEO Lippo Group, James Riady mengetahui tentang gratifikasi dan uang yang diberikan Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro, kepada sejumlah pihak. Termasuk salah satunya Neneng. Pasalnya, ia menilai, tertangkapnya Billy bukan merupakan kesalahan yang berada di luar kebijakan korporasi.
Billy sendiri merupakan salah satu tersangka dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta. KPK hingga saat ini masih melakukan proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. "Saya harap KPK berani panggil James karena keterlibatan yang jelas dalam kasus Billy Sindoro ini," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan sejumlah tersangka atas kasus dugaan pemberian izin pembangunan properti di Kabupaten Bekasi. Mereka berperan sebagai penerima dan pemberi suap. Beberapa di antaranya adalah Bupati Bekasi Neneng Hassanah dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
