
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (Dery Raidwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menilai, pondok pesantren memiliki peran besar dalam membangun bangsa. Pesantren selama ini mampu membentuk nasionalisme dan melahirkan pemimpin bangsa.
Pesantren tidak hanya berperan mengajarkan ilmu agama. Oleh karena itu, hubungan antara pesantren dan negara tidak bisa dilepaskan.
“Sangatlah tidak elok kalau kita memisahkan antara pesantren dan negara karena di dalam pesantren mendidik anak-anak kita tahu agama, tahu ilmu pengetahuan, teknologi, tapi juga nasionalisme. Dan ini ada pada pesantren,” ujar Bahlil saat Safari Ramadhan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Azzainiyyah di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/3).
Dalam kesempatan ini, Menteri ESDM ini berziarah ke makam ulama karismatik Zezen ZA Bazul Asyhab. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Safari Ramadhan yang dilakukan oleh Bahlil.
Bahlil turut didampingi oleh sejumlah pengurus Partai Golkar, antara lain Meutya Hafid, Ace Hasan Syadzily, Sarmuji, Puteri Komarudin, Dave Laksono, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Dewi Asmara. Bahlil juga melakukan interaksi langsung dengan para santri.
Ia menambahkan bahwa pesantren memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dari lembaga pendidikan inilah lahir ulama, pemimpin masyarakat, dan tokoh-tokoh yang menjaga nilai moral bangsa.
Keberadaan pesantren juga telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Sejarah membuktikan bahwa kontribusi pesantren sudah sangat besar untuk bangsa.
Atas dasar itu, Bahlil memastikan, pemerintah berkomitmen selalu hadir dan membantu dunia pesantren. Ia menyebut beberapa program yang menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah.
Contoh dukungan pemerintah yang disebutkan antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perjuangan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP yang diarahkan juga untuk para santri.
“Ini adalah bagian daripada ikhtiar pemerintah di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, tidak hanya untuk sekolah umum tapi juga diarahkan agar santri-santri di pesantren ikut merasakan manfaatnya,” imbuh Bahlil.
Bahlil menyakini, anak-anak pesantren memiliki kualitas unggul, tidak kalah dengan siswa sekolah umum. Namun, selama ini LPDP belum pernah secara serius menyentuh atau memberikan perhatian khusus kepada kalangan santri.
“Saya pikir ini harus kita lakukan, kita suarakan terus menerus supaya bisa diambil keputusan yang baik, toh mereka juga adalah anak bangsa,” tandasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
