
Mulai hari ini Presiden Jokowi bakal meresmikan penggratisan tol Jembatan Suramadu untuk semua jenis kendaraan.
JawaPos.com - Pada 13 Juni 2015 pemerintah menggratiskan tarif masuk motor ke Jembatan Suramadu. Jika tidak ada aral, mulai pukul 17.00 hari ini giliran mobil dan kendaraan lain yang digratiskan. Dengan demikian, jembatan sepanjang 5,4 km itu akan benar-benar gratis... tis....
Kebijakan tersebut rencananya diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengadakan kunjungan kerja di Jatim mulai kemarin (26/10). Sesuai dengan jadwal, presiden bakal mengunjungi Jembatan Suramadu hari ini (27/10).
Gubernur Soekarwo menegaskan bahwa rencana pencabutan tarif Suramadu hampir final. "Sembilan puluh sembilan persen Suramadu akan digratiskan pemerintah. Satu persennya akan diumumkan Pak Presiden," kata Soekarwo.
Yang jelas, kata dia, jika nanti tarif Jembatan Suramadu benar-benar dicabut, banyak manfaat yang diperoleh warga. Dia yakin perkembangan Madura maupun Jatim akan semakin pesat. "Terutama untuk mempercepat perkembangan dan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Rencana pencabutan tarif Suramadu oleh pemerintah tak lepas dari hasil kajian ilmiah oleh Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Ada sejumlah alasan yang membuat tarif jembatan itu layak dicabut. Pertama, soal investasi. Pembangunan Jembatan Suramadu menghabiskan total dana Rp 4,5 triliun. Dari jumlah itu, Rp 3,5 miliar bersumber dari APBN dan sisanya diperoleh dari utang luar negeri.
Selama sembilan tahun beroperasi, perolehan tarif Suramadu sudah mencapai Rp 1,88 triliun. Dengan begitu, pemasukan tersebut sudah bisa menutup utang pembangunan. "Karena itu, sudah layak tarif Suramadu dicabut," jelas Wakil Rektor II UTM Abdul Azis Jakfar.
Selain itu, selama ini tarif Suramadu dianggap sebagai penyebab ketimpangan antara Jawa dan Madura. Contohnya, sangat jomplangnya harga tanah di Bangkalan dan di Surabaya. "Jika Suramadu digratiskan, pembangunan di Madura akan ikut pesat seperti Surabaya," tegasnya.
Ketua Forum Komunikasi Asosiasi (Forkas) Pengusaha Jawa Timur Nur Cahyudi mengatakan, pembebasan tarif tol Suramadu menjadi angin segar bagi Madura. Terutama untuk meningkatkan perekonomian daerah.
"Dulu, tujuan awal ada jembatan tersebut adalah akses sumber daya yang produktif bisa meningkat. Sekarang digratiskan. Kami rasa hal ini bentuk peningkatan pelayanan publik pemerintah terhadap masyarakat," ungkapnya kemarin (26/10).
Menurut dia, bisnis yang berpotensi terdongkrak dengan gratisnya tol Suramadu adalah sektor pariwisata, produk pertanian, perkebunan, dan perikanan. "Sebab, jika tarifnya gratis, tentu arus barang, jasa, dan orang akan semakin meningkat," lanjutnya.
Pengamat ekonomi sekaligus Kaprodi S-2 Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Bisnis Unair Wisnu Wibowo menjelaskan, selama ini banyak pihak yang beranggapan bahwa mahalnya tarif tol Suramadu menghambat bisnis dan perdagangan. "Sehingga kalau digratiskan, tentu dampaknya positif. Mobilitas orang, barang, aktivitas produksi, pemasaran, dan pengembangan sektor pariwisata bisa semakin meningkat," ujarnya.
Hal itu otomatis memicu aktivitas ekonomi di Madura. "Kalau ekonomi sudah terpicu sesuai harapan, Jembatan Suramadu akan membuka isolasi transportasi Surabaya dan sekitarnya dengan Madura," ungkap Wisnu.
Hal tersebut juga menimbulkan multiplier effect di wilayah Madura. Menurut dia, sektor yang akan lebih berkembang di Madura, antara lain, realestat, perdagangan, industri, UKM, dan pariwisata. "Potensi untuk ekonomi Madura memang besar. Tetapi, harus diiringi beberapa syarat," tuturnya.
Contohnya, pemerintah kabupaten di Madura harus menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan iklim bisnis. Misalnya, kualitas tata kelola birokrasi harus lebih bersifat melayani dan mempermudah. Tujuannya, para investor yang ingin menanamkan modalnya di Madura bisa merasa nyaman.
Pembebasan tarif tol di Jembatan Suramadu juga disambut positif oleh Ketua Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jatim Soepratno. Dia mengatakan, pembebasan tarif tersebut bisa menarik minat developer untuk mengembangkan proyek perumahan di Madura.
Dulu, ketika ingin membangun perumahan di Madura, pengembang menilai penerapan tarif tol tersebut memberatkan. Apalagi ketika target market proyek perumahan di Madura tidak hanya dari masyarakat setempat, melainkan juga dari masyarakat Surabaya. "Ini makin menarik, yang tadinya keberatan soal tarif, kini gratis tentu jadi kabar menggembirakan bagi pengembang," ucapnya.
Saat ini sudah banyak developer yang mengembangkan proyek perumahan di Madura. Bahkan, ada salah satu proyek yang pembelinya hampir 95 persen merupakan masyarakat Surabaya. "Karena kalau dihitung jarak, lokasi perumahan yang ada di Bangkalan hanya 10 km dari Surabaya," terangnya. Makanya, banyak masyarakat Surabaya yang beli properti di Bangkalan.
Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur Muthowif optimistis kebijakan menggratiskan tarif tol di Jembatan Suramadu bisa mengurangi ongkos pengiriman ke Surabaya. Selama ini banyak sapi dari Madura yang dikirim ke Surabaya. "Meski, sekarang ini jumlah sapi yang dikirim dari Madura mulai berkurang, bahkan langka," ujarnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
