Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Oktober 2018 | 02.46 WIB

Menikmati Segarnya Coban Lanang di Tengah Kota Batu

Wisata Coban Lanang yang berada di tengah kota ini cocok bagi siapapun yang ingin melepas penat perkotaan. - Image

Wisata Coban Lanang yang berada di tengah kota ini cocok bagi siapapun yang ingin melepas penat perkotaan.

JawaPos.com - Kota Batu memang tidak pernah habis menawarkan keindahan wisata. Baik wisata alam maupun wisata buatan. Salah satunya seperti wisata alam Coban Lanang, yang baru dibuka lima bulan belakangan. 


Berbeda dengan kebanyakan coban yang identik berada di tengah hutan, wisata yang terletak di jalan Bromo Dusun Ngujung Desa Pandan Rejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini justru berada di tengah kota. Jarak antara jalan raya menuju coban pun cukup dekat, yakni hanya sekitar 1 kilometer. Jalannya pun bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi. 


Namun, untuk menuju coban yang berasal dari aliran Kali Lanang tersebut, pengunjung harus terlebih dahulu berjalan kaki sekitar 5 menit. Tapi jangan khawatir, di sepanjang perjalanan, wisatawan bisa menikmati pemandangan sembari mendengar merdunya suara gemericik air dari kali lanang.


Akses jalan menuju coban juga terbilang cukup mudah. Pengelola wisata telah membuat jembatan bambu sedemikian rupa untuk mempermudah jalannya para pengunjung. Setelah itu, wisatawan akan dihadapkan dengan jalan setapak dan berundak.


Perjalanan itu pun akan terbayar ketika pengunjung mencapai lokasi Coban Lanang. Derasnya aliran air terjun coban setinggi sekitar 15 meter itu pun akan menghilangkan rasa lelah usai berjalan. Di sekitar air terjun, juga terdapat beberapa jembatan bambu yang sengaja dibuat oleh pengelola untuk spot selfie. 


Bagi siapapun yang duduk di dekat air terjun itu pun akan merasakan kesejukan nuansa alami. Seketika, hiruk pikuk perkotaan akan hilang. 


Pengelola wisata Coban Lanang, Nuryasin, 54, mengatakan tempat wisata ini baru dibuka kurang lebih 5 bulan yang lalu. Meskipun begitu, pengunjung yang datang sudah cukup banyak. "Pengunjung rata-rata setiap hari 20 orang. Kalau akhir pekan bisa sampai 150 orang," ujarnya pada JawaPos.com. 


Bagi siapapun yang ingin berkunjung ke tempat wisata seluas kurang lebih 1 hektar tersebut, hanya perlu merogoh kocek Rp 10 ribu saja. Saat ini, pihak pengelola masih terus melakukan perbaikan dan pengembangan. Nantinya, tempat wisata ini akan mengedepankan konsep kuliner. 


"Konsep kuliner, menu khas masakan jawa, masakan desa. Seperti nasi jagung, empok, urap urap. Sekarang masih ada pembenahan lagi," kata pria asli Tajinan ini. 


Namun, dia mengungkapkan, saat ini pihaknya masih mengalami kendala pada akses jalan menuju coban. "Diatas masih agak kesulitan," imbuhnya. 


Dia menceritakan, awal mula pembangunan tempat wisata tersebut yakni saat dirinya diajak sanak keluarganya untuk melihat tanah di dekat aliran Kali Lanang. "Waktu turun saya lihat coban. Kemudian saya tertantang untuk membuka wisata," jelasnya. 


Nuryasin mengungkapkan, di dekat air terjun tersebut juga terdapat sumber yang diyakini warga sekitar berkhasiat untuk enteng jodoh. Namun, itu hanya mitos dari daerah setempat. Boleh percaya boleh tidak.


Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore