
ILUSTRASI: Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Jawa Tengah menilai kenaikan 8,03 persen pada Upah Minimun Provinsi (UMP) 2019 terlalu rendah.
JawaPos.com - Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Jawa Tengah menilai kenaikan 8,03 persen pada Upah Minimun Provinsi (UMP) 2019 terlalu rendah. Penetapannya dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL) di Jateng.
Hal tersebut diutarakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FKSPN Jateng, Nanang Setyono. Ia menilai kenaikan UMP 2019 yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, tak relevan dengan kondisi saat ini.
Dalam hal ini, Nanang mengatakan tak seharusnya pemerintah menetapkan kenaikan UMP berdasarkan PP 78 saja. "Harusnya ada survei secara langsung dari pemerintah soal KHL. Selama ini, mekanisme kenaikan berdasar PP 78 kan laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi," Imbuhnya, Kamis (18/10).
UMP 2019 di Jateng jika berdasar PP 78 naik menjadi Rp1.605.396. Akan tetapi, menurut survei FKSPN, KHL di Jateng sudah melampaui itu, yakni kisaran Rp 1,7 juta.
Nanang menjelaskan, survei tersebut dilakukan pihaknya dengan mengacu pada komponen KHL. Sebagaimana ditetapkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 13 Tahun 2013. Dirinya menyadari bahwa sebenarnya aturan itu sudah dihapus. Namun, menurutnya yang terpenting adalah lampiran terkait komponen KHL.
"Itu yang masih kami gunakan untuk melakukan survei KHL. Dari hasil survei itulah kami menilai kenaikan yang pantas adalah 18 persen," tegasnya.
Terakhir, Nanang berharap sebelum ditetapkan UMP 2019, Pemprov melangsungkan survei KHL terlebih dahulu. Karena ia sendiri mengaku belum mengetahui secara pasti apakah langkah itu sudah dilakukan pemerintah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
