
Ilustrasi KTP anjing
JawaPos.com - Pengadaan kartu identitas anjing peliharaan menjadi perbincangan yang hangat di masyarakat. Sebab, diketahui adanya Peraturan Gubernur yang menekankan anjing berpemilik harus dipasang microchip.
Pendiri Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Karin Franken menyatakan, memang ada komentar baik dan buruk di masyarakat. Menurutnya, komentar yang buruk tentang pengadaan ini karena tidak mengerti pentingnya microchip.
Pada September 2015, Karin berkesempatan melakukan presentasi di depan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk mengenalkan edukasi microchip dan hewan peliharaan yang terlantar.
"Sebenarnya yang dibicarakan itu masalah yang ada di Jakarta seputar hewan peliharaan. Banyak pemilik hewan yang tidak bertanggung jawab atau anjing tidak disterilkan, anak-anaknya dibuang, akhirnya banyak anjing liar di jalan," tutur Karin kepada JawaPos.com, Sabtu (13/10).
Hal tersebut, lanjut Karin, sangat terkait dengan tujuan di balik pengadaan microchip pada anjing. Sebab menurutnya dibandingkan negara lain, Indonesia belum memiliki metode pendataan untuk anjing atau hewan peliharaan.
"Di banyak negara sudah wajib dari Pemerintah, akhirnya pada saat itu Pak Ahok sangat antusias mengenai microchip ini, akhirnya kami mulai menjalankan program itu dan kita Februari 2015 launching bersama Pak Ahok terkait edukasi dan microchiping," jelas Karin.
Maka dari itu, saat Ahok tidak menjadi Gubernur lagi dan dilanjutkan oleh Anies Baswedan, program edukasi terkait anjing tetap berjalan. Namun walau begitu, Karin melihat banyak yang kontra dengan Anies memakai kesempatan ini untuk menjatuhkan Anies.
"Adapula orang-orang yang tidak mengerti sejarah supaya microchip ada di Indonesia, Jakarta. Sehingga, ambil kesempatan untuk jelek-jelekin Pak Anies padahal dia pun nggak tahu apa-apa, toh bukan program Pak Anies gitu," terangnya.
Karin menyatakan microchip baru sebagian kecil dari solusi untuk jangka panjang, maka ke depan diharapkan ini dapat meningkatkan kesadaran orang dan kesejahteraan hewan. Tujuannya membuat para pencinta hewan dapat bertanggung jawab.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
