Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Oktober 2018 | 22.05 WIB

Atasi Kekeringan di Gunungkidul, Warga Nekat Ambil Air di Gua

KEKERINGAN: Bencana kekeringan yang berkepanjangan membuat warga di Kabupaten Gunungkidul mencari sumber mata air alternatif dari dalam gua. - Image

KEKERINGAN: Bencana kekeringan yang berkepanjangan membuat warga di Kabupaten Gunungkidul mencari sumber mata air alternatif dari dalam gua.

JawaPos.com – Bencana kekeringan berkepenjangan membuat warga di Kabupaten Gunungkidul terus berupaya mencari sumber air bersih alternatif untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satunya dilakukan dengan mengambil air dari sumber mata air terdekat yakni dari dalam gua.


Selain dirasa lebih solutif, warga tidak ingin terlalu bergantung dengan dropping air bersih. Belum lama ini warga di Dusun Blado, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari, tak sengaja menemukan sumber air di dalam sebuah gua. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat pun telah melakukan pengecekan dan dikoordinasikan upaya tindaklanjutnya.


Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan, temuan sumber air itu telah dicek beberapa waktu lalu. "Sudah saya perintahkan Sekda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk dilakukan pengecekan. Kalau memang memungkinkan kita upayakan menaikkan air tersebut," katanya baru-baru ini.


Kalau memang memungkinkan, maka pihaknya akan memfasilitasinya. Serta berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi maupun sampai ke Pusat. "Jika memang bisa akan koordinasi dengan provinsi hingga pemerintah pusat. Tentunya kami membutuhkan dana tidak sedikit," katanya.


Sementara itu, Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Gunungkidul Drajat Ruswandono menambahkan, perintah untuk pengecekan itu memang sudah diberikan. Pihaknya dalam waktu dekat ini akan meninjaunya untuk melihat potensi yang ada. "Kalau sumber air itu dari sungai-sungai kecil bawah tanah, kemungkinan sulit mengangkatnya ke atas. Kami akan kroscek," ucapnya.


Sebelumnya, Kepala Dusun Blado, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari, Witanto mengatakan, gua dengan sumber air itu ditemukan oleh warganya bernama Jumakir. Saat ia bersama 3 rekannya sedang mencari kelelawar. "Air yang ditemukan itu cukup jernih, debitnya juga besar," katanya, kepada wartawan.


Setelah temuan sumber air itu, warganya pun telah mulai mengambilnya. Meski kondisi medannya cukup sulit, karena masih terjal. Warga harus merangkak selama 20 menit di dalam lorong Gua untuk mencapai sumber air itu. Sebab dengan memakai alat penyedot berupa pompa listrik dengan genset, masih gagal. "Sudah diambil dengan jerigen," ucapnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore