
Ilustrasi krisis air (Dok. Wateroam)
JawaPos.com - Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang dihuni 6.613 penduduk, dengan luas wilayah 1,26 km² dan tingkat kepadatan mencapai 5.248,41 jiwa per km², selama bertahun-tahun mengalami persoalan serius terkait ketersediaan air bersih.
Hasil survei geologi serta kajian lapangan menunjukkan bahwa air dari sumur gali maupun sumur bor dangkal telah tercemar polutan antropogenik akibat aktivitas manusia, serta diduga mendapat pengaruh dari limbah industri di sekitar wilayah tersebut.
Secara fisik, kualitas air cenderung berwarna kekuningan hingga cokelat, beraroma besi, keruh berlumpur, dan tampak sedikit berminyak.
Memasuki musim kemarau, volume air menurun drastis sehingga tidak memenuhi syarat sebagai air minum. Pemeriksaan mikrobiologi juga mengungkap adanya pencemaran bakteri patogen, di antaranya Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella sp., dan Pseudomonas aeruginosa. Di sisi lain, keterbatasan fasilitas pendukung serta pengelolaan air bersih yang belum memadai semakin menegaskan pentingnya pelaksanaan program ini.
Alhasil, KSB Indonesia telah meresmikan program Penyediaan Air Minum Desa (PAMDes), Penyediaan Akses Air Bersih Berbasis Energi Terbarukan bagi masyarakat Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Hal ini dilakukan bersama DPMK ITB untuk menghadirkan sebuah solusi terpadu demo meningkatkan akses air bersih bagi warga Desa Tumpangkrasak. Upaya ini diawali dengan pengeboran sumur dalam hingga kedalaman sekitar 80 meter guna menjangkau akuifer tertekan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Presiden Direktur KSB Indonesia, Teo Boon Teong, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
“Akses terhadap air bersih merupakan fondasi utama bagi kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, KSB Indonesia berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memperkuat kapasitas pengelolaan di tingkat desa serta mendorong pemanfaatan energi terbarukan,” ujar Teo Boon Teong dalam keterangannya.
Proses ini dilengkapi pemasangan casing dan screen pipe, serta grouting sebagai langkah pencegahan agar air permukaan yang tercemar tidak masuk ke dalam sumber air.
Untuk mendukung pemompaan air, dipasang pompa submersible KSB CORA-1C/21 + UMAISOL 100-0.75/22-I yang memanfaatkan energi panel surya sebagai sumber tenaga utama. Sistem ini dilengkapi controller yang fleksibel, sehingga dapat dioperasikan menggunakan energi surya maupun listrik sesuai kondisi yang tersedia.
Air yang dipompa kemudian dialirkan ke menara air berstruktur beton setinggi 10 meter dengan kapasitas bak penampungan 18,8 meter kubik, yang dirancang untuk menjamin distribusi air secara merata kepada masyarakat.
Selanjutnya, dibangun jaringan pipa distribusi untuk menyalurkan air dari menara penampungan langsung ke rumah-rumah warga. Sistem Penyediaan Air Minum Desa (PAMDES) yang bersumber dari sumur bor TK-2 direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di RW 5 dengan total penerima manfaat sebanyak 1.136 jiwa. Pada tahap awal tahun 2025, distribusi PAMDES difokuskan ke warga RT 3, RT 4, dan RT 5, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 663 jiwa.
Tidak hanya pada aspek teknis, program ini juga menekankan penguatan kelembagaan pengelolaan air bersih. Melalui pembentukan kelompok pengelola PAMDES yang terintegrasi dengan BUMDes, masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam pengelolaan dan keberlanjutan sistem.
Penguatan kapasitas dilakukan melalui pelatihan pengoperasian dan perawatan pompa air, panel surya, serta sistem kelistrikan yang diberikan oleh tim KSB, sekaligus pelatihan manajemen pengelolaan PAMDES agar layanan air bersih dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
