Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 September 2018 | 16.10 WIB

Setelah Gempa, Kini KLB Malaria di Lombok Barat

Warga Lombok ketika diguncang gempa pada Agustus 2018 lalu. Mereka berupaya mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. - Image

Warga Lombok ketika diguncang gempa pada Agustus 2018 lalu. Mereka berupaya mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

JawaPos.com - Belum hilang duka warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap gempa yang mengguncang pada Agustus lalu, kini mereka kembali ditimpa musibah. Sejumlah warga terkena malaria.


Terus bertambahnya warga yang terkena, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pun menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) malaria. Status ditetapkan sejak 8 September. Sebelumnya, pada 26 Agustus, dua kasus malaria ditemukan di Desa Bukit Tinggi, Dusun Batu Kemalik, wilayah Puskesmas Penimbung.


Kemarin (17/9) Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menggelar rapat koordinasi untuk membahas penanganan KLB malaria di Lombok Barat.


Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Sigit Priohutomo mengatakan, untuk memastikan dan mencari korban selanjutnya, Dinas Kesehatan Pemkab Lombok Barat telah melakukan penyelidikan epidemiologi. Selain itu, ada pelaksanaan kontak survei dan mass blood survey (MBS) malaria di wilayah asal kasus tersebut. "Dilakukan sejak 28 Agustus," ucap Sigit. 

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore