
PENGUKUHAN: Anggota DPR RI Fadel Muhammad (kanan) dikukuhkan sebagai guru besar bidang Kewirausahaan Sektor Publik di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB), Kamis (23/8).
JawaPos.com - Anggota DPR RI Fadel Muhammad secara resmi dikukuhkan sebagai guru besar bidang Kewirausahaan Sektor Publik di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB). Menariknya, Fadel harus menunggu selama 10 tahun sebelum akhirnya menjadi guru besar.
"Hari ini pengukuhan guru besar buat saya. Ini adalah suatu kehormatan yang luar biasa yang sudah saya lewati. Khususnya mengenai kewirausahaan sektor publik," ujar Fadel usai pengukuhan di gedung Widyaloka UB, Kamis (23/8).
Sebelum mengambil studi di UB, mantan Gubernur Gorontalo ini menempuh pendidikan doktor di Universitas Gajah Mada (UGM), Jogjakarta. Kemudian dia disarankan untuk mengambil guru besar di UB.
"Saya disarankan Prof Ginanjar untuk memperdalam di FIA UB. Karena ternyata ilmu administrasi di FIA UB ini satu-satunya di seluruh Indonesia," terang politikus Partai Golkar itu.
Fadel menjadi guru besar pertama bidang kewirausahaan dalam sektor publik. Dia harus menunggu selama kurang lebih 10 tahun sebelum menjadi seorang guru besar. Sebab mekanisme menjadi guru besar ada beberapa tahap. Yakni, capaian angka kredit (sistem kredit semester), jurnal, hingga pengabdian masyarakat. "Harus mengumpulkan 850 kredit," jelas Fadel.
Untuk menjadi guru besar juga tidak hanya mengajar pascasarjana. Melainkan juga mengajar S1. "Waktu yang dibutuhkan untuk itu semua sekitar 8 tahun," ungkap Fadel.
Pada pengukuhan kali ini, Fadel membawakan orasi ilmiah berjudul Peran Kewirausahaan Sektor Publik Model Fadel untuk Peningkatan Kualitas Kinerja Pemerintah Daerah. Dalam orasinya, Fadel menyebutkan kinerja pemerintah yang baik adalah mampu menjadikan rakyat berpendapatan dan menumbuhkan kepercayaan publik (public trust).
Dengan pendekatan kewirausahaan, pengelolaan pemerintahan daerah harusnya diubah. "Yang paling utama adalah cara pandang terhadap pengelolaan APBD. APBD harus dilihat dan diperlakukan sebagai modal untuk menciptakan keuntungan publik berupa meningkatnya pendapatan rakyat dan kepercayaan publik," terangnya.
Fadel kemudian mengembangkan pemikiran tentang kewirausahaan sektor publik. Menurutnya, pelayanan publik terutama di tingkat pemerintah daerah sebagian besar masih belum baik.
Dengan dikukuhkannya sebagai guru besar, Fadel mengaku telah berbicara dengan senat dan rektor UB untuk mempersiapkan pembenahan mata kuliah di FIA UB. Tujuannya agar mata kuliah tersebut memiliki implikasi atau pelaksanaan di daerah-daerah.
"Untuk itu, kami akan membuat mata kuliah dan mengundang bupati-bupati yang berhasil. Saya telah memberikan nama kurang lebih 20 bupati dan wali kota yang mau diundang ke sini untuk memberikan pengalaman-pengalaman mereka," pungkas Fadel.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
