Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Agustus 2018 | 08.47 WIB

Inti Smart Sity Adalah Inovasi, Integrasi dan Kesinambungan

Bimbingan teknis (Bimtek) tahap kedua gerakan menuju 100 smart city yang dilaksanakan di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban. - Image

Bimbingan teknis (Bimtek) tahap kedua gerakan menuju 100 smart city yang dilaksanakan di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban.

JawaPos.com - Smart city harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempercepat pertumbuhan, dan meningkatkan efektivitas serta efisiensi pembangunan daerah. Hal itu mengemuka saat pelaksaan bimbingan teknis (Bimtek) tahap kedua gerakan menuju 100 smart city yang dilaksanakan di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban.


Bimtek dilaksankan selama dua hari, Senin hingga Selasa (21/8). Pembimbing Nasional Gerakan Menuju 100 Smart City dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan Bupati Tuban, Joko Sarwono dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Herry Prasetyo.


Joko Sarwono menyampaikan, program smart city merupakan langkah Pemkab Tuban dalam percepatan pencapaian visi pembangunan Tuban. "Sehingga seluruh pihak harus turut berperan aktif mendukung program tersebut, bukan hanya pemerintah daerah, namun juga komunitas masyarakat, perguruan tinggi dan pihak swasta," kata Joko, Selasa (21/8).


Herry Prasetyo menambahkan bahwa smart city merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi dan upaya untuk lebih mendekatkan pemerintaah daerah dengan warga Tuban. "Ini menjadi penting untuk mempererat hubungan dengan masyarakat," ujarnya.


Salah satu narasumber gerakan smart city, Fitrah Rachmat Kautsar menyampaikan, inti dari smart city adalah inovasi, integrasi dan kesinambungan. Teknologi dan infrastruktur merupakan faktor pendukung bagi sebuah daerah untuk menjadi smart city.


"Smart city tidak harus menggunakan teknologi yang mutakhir. Namun inovasi-inovasi yang memanfaatkan teknologi secara tepat guna dan sesuai kondisi daerah adalah yang terpenting dalam program smart city," papar Fitrah.


Menurutnya, Bimtek yang akan dilaksanakan selama empat kali hingga bulan Oktober tersebut merupakan bagian dari pendampingan yang diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Inforrmasi. Bimtek sendiri ditujukan kepada 50 kabupaten dan kota terpilih yang menjadi percontohan penerapan smart city di Indonesia pada tahun 2018, termasuk Kabupaten Tuban.


"Gerakan menuju 100 smart city sendiri merupakan kerjasama dari delapan kementerian dan lembaga di tingkat pusat untuk mendorong adanya praktik inovasi pintar di seluruh daerah secara merata," tutupnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore