
MASIH KOSONG: Bangunan Koperasi Merah Putih Desa Jejeruk, Blora Kota, sudah jadi, tapi kunci dibawa pihak Kodim. Sementara di dalamnya tidak ada rak untuk display sembako. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)
JawaPos.com - Idealnya, aturan dibuat untuk memberikan kepastian hukum. Tapi tidak untuk pengelolaan dana desa (DD). Sejauh ini, sejumlah kepala desa di Kabupaten Tuban masih mengalami kebimbangan. Utamanya terkait dana desa yang digunakan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Kepala Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel, Suhadi mengatakan, penyusunan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) Sumberejo 2026 menggunakan versi KDMP. Artinya, seluruh pagu dana desa dimasukan ke APBDes. Tanpa dikurangi 58,03 persen untuk pembangunan KDMP.
Namun, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan, apakah seluruh pagu dana desa akan ditransfer ke rekening desa atau hanya sekitar 42 persen (setelah dikurangi modal pembangunan KDMP). "Sampai saat ini belum ada juknisnya," kata Suhadi kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Bagaimana jika nanti dana desa KDMP langsung dipotong oleh pemerintah pusat, sehingga tidak masuk ke rekening desa. "Secara aturan, kalau tidak masuk rekening desa, ya tidak masuk APBD. Tapi mau bagaimana lagi, kami memasukan DD KDMP ke APBDes juga berdasar instruksi dinas. Soal apakah nanti (DD KDMP, red) masuk ke rekening desa atau tidak, ya nanti tinggal nunggu instruksi dinas saja," katanya.
Disinggung ihwal adanya informasi bahwa dana desa KDMP tetap wajib dimasukan ke APBDes, tapi tidak ada uang yang masuk ke rekening desa, atau hanya sekadar angka saja. "Ini yang repot. Logikannya, kalau masuk ke APBDes, maka otomatis masuk ke rekening desa. Pun pertanggungjawabanya juga harus jelas. Ada yang masuk, ada uang keluar dan digunakan untuk apa. Tapi ya sudah lah, pusat mau gimana aja, kami ikut," tandasnya sebagai tanda pasrah, karena memang tidak ada yang pasti.
Pernyataan senada diungkapkan Kepala Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Warsito. Karena hingga tenggat terakhir penyusunan APBDes tidak ada juknis yang mengatur dana desa KDMP, sehingga pihaknya tidak memasukan dana desa KDMP ke APBDes. "Kami sangat berhati-hati. Setiap uang masuk dan keluar harus ada leporan pertanggungjawabannya," katanya.
Baca Juga:Skema Koperasi Merah Putih Belum Jelas, Dirut Agrinas: Saya Nggak Tahu, Belum Diajak Ngomong
Ditegaskan Zito—sapaan akrabnya, jika pun nanti dana desa KDMP akhirnya masuk ke rekening desa, maka tidak bisa hanya berupa angka. "Yang namanya masuk APBDes, ya ada nominalnya. Masa tertulis ada uangnya, tapi kami tidak tahu apa-apa dan tidak tahu ke mana uang itu. Lalu bagaimana kita mempertanggungjawabkannya nanti," tandasnya.
Saat dikonfirmasi terkait dana desa KDMP tetap masuk rekening desa tapi hanya berupa angka, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3APMD) Tuban Sugeng Purnomo belum bisa memastikan. "Masih menunggu PMK-nya (Peraturan Menteri Keuangan)," tandas Sugeng.
Baca Juga:Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Sebagaimana diketahui, pengalihan dana desa sebesar 58,03 persen untuk membayar pinjaman modal KDMP ke Bank Himbara tidak hanya mengubah tata kelola keuangan desa, tapi juga menciptakan tatanan baru terkait sistem administrasi birokrasi di Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penyusunan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) menggunakan dua versi. Yakni, APBDes versi reguler dan APBDes versi Kopdes Merah Putih.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
