
Banyaknya bakal calon legislatif (bacaleg) yang dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU dinilai sebagai bukti bahwa partai politik (parpol) tidak siap menghadapi Pemilu 2019
JawaPos.com - Banyaknya bakal calon legislatif (bacaleg) yang dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU dinilai sebagai bukti bahwa partai politik (parpol) tidak siap menghadapi Pemilu 2019. Parpol seharusnya memiliki tanggung jawab untuk mengajukan bacaleg-bacaleg berkualitas dalam kontestasi pileg mendatang.
"Parpol sebetulnya memiliki tanggung jawab secara moral dan politik. Moral artinya mencalonkan orang yang tidak memiliki indikasi pernah terlibat kasus. Sementara tanggung jawab politik itu harus memenuhi berbagai aturan dan persyaratan," kata Pengamat Politik Ray Rangkuti, Rabu, (15/8).
Seperti diketahui, KPU telah mengumumkan rekapitulasi penetapan daftar calon sementara (DCS) DPR RI untuk pemilu 2019. Dari 16 parpol peserta pemilu, hanya tiga partai yang memiliki bacaleg di DPR RI yang 100 persen memenuhi syarat. Yakni PKB, Nasdem, dan PBB. Lainnya sangat bervariasi.
Partai Berkarya merupakan salah satu parpol yang memiliki bacaleg terbanyak yang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Dari total 575 bacaleg yang diajukan, 142 diantara tidak memenuhi syarat. Akibatnya dari 80 dapil yang diajukan, KPU menggugurkan 14 dapil.
Maka itu, Ray berpendapat, sebaiknya partai-partai lebih serius untuk menyiapkan segalanya agar memenuhi aturan dan persyaratan yang ada. Baik secara administratif maupun kader-kadernya.
Apalagi, Berkarya merupakan parpol baru. "Seharusnya mereka lakukan persiapan jauh-jauh sebelum Pemilu dimulai, minimal dua tahun."
Menurutnya, tingkat kepercayaan masyarakat yang rendah terhadap keberadaan partai politik menjadi salah satu penyebab sulitnya menghadirkan bacaleg yang berkualitas. Belum lagi, soal hitung-hitungan sebuah parpol untuk menembus angka ambang batas masuk parlemen atau parliamentary threshold khususnya bagi partai baru.
"Jadi kalau orang melihat partai kesulitan menang karena ada parliamentary threshold, untuk apa mereka menjadi caleg. Itu salah satu kesulitan," ungkapnya.
Keberadaan ambang batas tersebut secara tidak langsung membuyarkan keinginan masyarakat untuk terjun ke politik. Kecuali, jika parpol bisa membangun citra positif sesuai keinginan masyarakat, yakni mengubah kultur politik menjadi lebih baik. "Cari kader mumpuni sudah tidak relevan lagi. Karena, jangan cari yang mumpuni, cari yang mau saja susah," tutur Ray.
Menanggapi sejumlah caleg Partai Berkarya yang gagal maju, Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang menjelaskan, jika merujuk dari pendaftaran bacaleg awal Partai Berkarya ke KPU RI sebanyak 575 orang, maka pihaknya yakin pada akhirnya nanti semuanya akan memenuhi syarat saat pengumuman daftar calon tetap (DCT).

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
