
Gempa 6,2 skala richter berpusat di Lombok Utara, Pulau Lombok, NTB menyebabkan kerusakan tembok runtuh di Pertokoan Cakranegara, Mataram, Lombok, kemarin (9/8).
JawaPos.com - Wilayah Lombok masih dihantui gempa-gempa susulan. Kekuatannya relatif tinggi dan menggegerkan warga setempat. Gempa 6,2 SR yang mengguncang kemarin tidak bisa dilupakan Rusdin.
Pada detik-detik itu yang bisa dilakukannya cuma berlari sekencang-kencangnya. Menjauh dari ruko yang ambruk di belakang lapak tambal ban miliknya.
"Saya sempat menoleh ke belakang dan melihat ada orang yang tertimpa reruntuhan bangunan," kenang Rusdin tentang kejadian yang menimpa ruko di Cakranegara, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu kepada Lombok Post (Jawa Pos Group).
Pada pukul 12.25 Wib kemarin NTB memang kembali diguncang gempa. Awalnya, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, kekuatan gempa 6,2 skala Richter (SR). Namun, kemudian dilakukan pemutakhiran, menjadi 5,9 SR.
Pada Minggu, 29 Juli lalu, Lombok, pulau di mana Mataram, ibu kota NTB, berada, diguncang gempa 6,4 SR. Persis sepekan kemudian (5/8) gempa yang lebih dahsyat, 7 SR, kembali mengguncang pulau dengan banyak destinasi wisata terkenal itu.
Episentrum gempa kemarin terletak pada koordinat 8,49 LS dan 116,19 BT. Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 13 km timur laut Mataram di kedalaman 16 km.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, jika memperhatikan lokasi episentrum, kedalaman hiposentrum, dan mekanisme sumbernya, BMKG memperkirakan yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik Flores (Flores back arc thrust).
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa itu dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Mengingat, episentrumnya relatif sama dengan gempa bumi pada 5 Agustus lalu.
"Jadi, gempa ini merupakan susulan (aftershock) dari rangkaian gempa bumi yang terjadi sebelumnya," papar Rahmat.
Dampak gempa bumi berdasar peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan masyarakat menunjukkan, guncangan dirasakan di Kabupaten Lombok Utara dengan skala III SIG-BMKG (VI Modified Mercalli Intensity/MMI) dan Kota Mataram dengan skala II SIG-BMKG (V MMI). Selain itu, di Klungkung, Denpasar, dan Lombok Tengah, kekuatan guncangan II SIG BMKG (III-IV MMI). Adapun di Sumbawa dan Karangasem, skala gempa II SIG-BMKG (III MMI).
Karena guncangan kemarin, ada minimarket waralaba yang rusak gara-gara gempa Minggu lalu (5/8) yang roboh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah korban luka pun bertambah 24 orang.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BN PB), hingga kemarin pukul 21.20 WIB jumlah korban meninggal akibat gempa yang mengguncang NTB dan Bali mencapai 259 orang. Sementara itu, korban luka sebanyak 1.033 orang. Mereka dirawat di rumah sakit dan puskesmas.
Jumlah pengungsi yang sudah terdata mencapai 270.168 orang. Sutopo memperkirakan data itu terus bertambah, mengingat tim SAR masih menemukan korban di reruntuhan bangunan dan masih dilakukan identifikasi. "Mungkin ada tambahan data lagi dari korban yang masih berada di bawah reruntuhan bangunan dan laporan dari aparat daerah yang menyatakan adanya korban meninggal yang sudah dimakamkan tetapi belum didata," bebernya.
Lombok Post melaporkan, guncangan gempa itu cukup keras. Di berbagai sudut Mataram, orang berhamburan keluar dari bangunan. Dalam sekejap pula gempa tersebut kembali membuat kota tegang. Setegang-tegangnya. Mataram pun berubah seperti kota mati.
Di ruko yang runtuh di Cakranegara tersebut, satu di antara dua karyawan Citra Travel yang berkantor di sana meninggal dunia. Namanya Ernawati. Almarhumah yang berusia 42 tahun itu meninggalkan dua anak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022