JawaPos Radar

Gempa Lombok

Pasien Membeludak, RSUD Sulap Bagian Luar Jadi Ruangan Perawatan

08/08/2018, 02:55 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pasien Membeludak, RSUD Sulap Bagian Luar Jadi Ruangan Perawatan
Salah seorang asien di salah satu rumah sakit yang terkena gempa di Lombok. (Ivan/Lombok Pos/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Dampak paling menonjol dari gempa dengan kekuatan 7 Skala Richter (SR) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni korban trauma. Akibatnya jumlah pasien di lima RSUD NTB membeludak.

Saking banyaknya pasien pihak rumah sakit terpaksa menyulap bagian luarnya untuk merawat pasien. Kondisi itu terjadi di RSUD Provinsi NTB. Lima RSUD di daerah terdampak gempa tetap berupaya memberikan perawatan terhadap korban. Walau kondisi bangunan rumah sakit itu juga mengalami kerusakan fisik.

RSUD Praya, Lombok Tengah misalnya. Di sana terdapat kerusakan pada tembok bangunan plafon rumah sakit. Untungnya alat kesehatan di sana aman sehingga pertolongan kepada korban gempa tetap bisa dilakukan.

Pasien Membeludak, RSUD Sulap Bagian Luar Jadi Ruangan Perawatan
Infografis kondisi data kesehatan terhadap korban gempa di Lombok. (Kemenkes)

"Cuma pelayanan secara umum dilaksanakan di luar rumah sakit pakai tenda darurat, karena pasien trauma di ruangan karena masih ada gempa susulan,” kata Direktur RSUD Praya dr. Muzakir Langkir, dalam keterangan tertulis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diterima JawaPos.com, Selasa (7/8).

Saat ini RSUD Praya mendirikan 12 tenda darurat di luar gedung rumah sakit. Tenda itu untuk menangani pasien. Sebab kondisi bangunan rumah sakit dikhawatirkan rawan roboh akibat goncangan gempa. "Selanjutnya akan dibangun tenda lapangan untuk perawatan dan untuk menampung korban dari masyarakat sekitar,” kata Muzakir.

Hingga kini RSUD Praya belum ada menangani korban meninggal akibat gempa. Umumnya pasien yang ditangani berasal dari Lombok Utara.

Kondisi yang tidak jauh berbeda terdapat di empat rumah sakit lainnya. Yakni RSUD Selong di Lombok Timur, RSU Kota Mataram, RSUD Tanjung, Lombok Utara, dan RSUD Provinsi NTB. Tidak hanya RSUD, rumah sakit swasta pun ikut membantu menangani korban gempa.

Di tempat terpisah, Sekjen Kemenkes dr. Untung Suseno Sutarjo menyebut ada beberapa rumah sakit yang masih bisa menggunakan kamar operasinya. Di Kota Mataram terdapat RS Graha Utama Medika, RS Islam Siti Hadjar, RSU Kota Mataram, RS Biomedika, dan RSU Provinsi NTB.

Kasus terbanyak yang ditangani adalah trauma kepala dan fraktur terbuka. Tim ortopedi semua membawa implant dan instrumen. "Pascaoperasi, pasien tidak mau dirawat di ruangan karena trauma tertimpa material bangunan. Petugas kesehatan telah mengupayakan hal itu," paparnya.

(ika/JPC)

Alur Cerita Berita

Mewujudkan Mitigasi lewat Tata Ruang 08/08/2018, 02:55 WIB
Gempa, Konstruksi, dan Edukasi 08/08/2018, 02:55 WIB
Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok 08/08/2018, 02:55 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up