
Korban gempa Lombok beristirahat di tenda pengungsian.
JawaPos.com - Hingga hari kedua pascagempa, warga masih bertahan di tenda pengungsian. Mereka masih mengalami trauma atas gempa berkekuatan 6,4 SR yang terjadi Minggu (29/7) itu.
SDN Sajang yang berlokasi di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, menjadi salah satu tempat pengungsian. Di sana terdapat 200 warga setempat yang masih bertahan untuk menghilangkan rasa takut dan traumanya.
Sejak gempa itu mereka rela memilih tidur tanpa dinding dan dibekali penerangan seadanya. Tidak masalah beratapkan terpal dan pembatas dengan sekat seadanya.
Nazian, 27, salah satu pengungsi mengaku tidak berani mengambil risiko untuk kembali ke rumah. Selain karena masih adanya gempa susulan, rumahnya kini hanya tinggal separuh sehingga tidak bisa ditempati.
"Separuh rumah kami hancur, separuhnya lagi masih berdiri. Tidak mungkin kami tinggal di sana. Takut kena reruntuhan, tidak aman,” tutur Nazian yang menunjukkan wajahnya yang masih trauma.
Senin malam (30/7), Nazian yang berada di tengah pengungsian membungkus tubuhnya dengan selimut. Di beberapa bagian tubuhnya terlihat luka goresan benda tumpul.
"Ini luka bekas terkena runtuhan beton. Saya sama anak saya sempat terkubur runtuhan tembok. Tapi alhamdulillah istri saya langsung menyelamatkan kami. Kalau sedikit saja telat, tidak tahu lah nasib kami,” kenang Nazian.
Malam itu dia saja baru selesai mendapatkan pengobatan di posko medis Aksi Cepat Tanggap (ACT). Terdapat beberapa luka lebam. Di tangan, kaki, dan perut. Semua itu terasas nyeri. Dia mengaku akan tetap bertahan di tenda pengungsian. Belum tahu akan pulang.
"Pokoknya sampai gempa benar-benar berhenti. Mungkin akan lama di sini, tapi mau gimana lagi. Yang penting keluarga aman. Toh rumah kami juga tidak bisa ditinggali. Belum tahu juga kapan akan renovasi,” ungkap Nazian meringis sembari menahan sakit di tubuhnya.
Di tengah pengungsian, Nazian dan keluarga tidur bercampur bersama warga lainnya. Lansia, orang dewasa, hingga anak-anak tidur bersesakan. Di tempat yang sempat dan warga harus saling berbagi tempat untuk istrirahat.
Tiar, pengungsi lainnya memilih berjalan keluar tenda. Gestur tubuhnya terkesan gelisah. Dari luar tenda, dia hanya memandangi anak-anaknya yang tengah makan malam di pengungsian. "Belum bisa tidur,” ungkapnya.
Tiar mengaku tidak bisa tidur, karena masih teringat guncangan gempa susulan yang jumlahnya tak terhitung lagi dirasakan. Hal itu semakin membuat dirinya waswas. "Itu sampai hampir Subuh. Belum lagi udara malam yang semakin dingin. Saya sampai tidak bisa tidur,” kisahnya.
Desa Sajang berada di kaki Gunung Rinjani, sehingga udara dingin pegunungan begitu terasa. Jaraknya sekitar 2 km dari pintu masuk pendakian Gunung Rinjani. Tak jauh dari lokasi pengungsian, terdapat sekolah dasar yang mana bangunannya mengalami kerusakan yang cukup besar.
Tiar mengungkap, hampir semua bangunan berbahan dasar beton mengalami kerusakan parah. Rumahnya tak terkecuali. "Hancur semua. Rumah tetangga-tetangga lainnya juga pada hancur. Ada yang hancur separuh, ada yang rubuh total. Cuma rumah kayu yang tidak rusak parah,” jelas Tiar.
Saat menjelaskan keadaan rumahnya yang hancur total, Tiar mengingat kembali momen ketika ia berusaha menyelamatkan diri dan keluarganya dari hantaman gempa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022