Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Juni 2018 | 05.45 WIB

Aksi Banser dan FPI Geruduk Kantor PDIP Banyumas Berakhir Damai

RAMAI: Puluhan Anggota Banser dan FPI menggeruduk Kantor PDIP Banyumas, Selasa (26/6). - Image

RAMAI: Puluhan Anggota Banser dan FPI menggeruduk Kantor PDIP Banyumas, Selasa (26/6).

JawaPos.com - Sekumpulan massa yang tergabung dalam Barisan Anshor Serbaguna (Banser) Nahdhatul Ulama dan Front Pembela Islam (FPI) menggeruduk kantor PDIP Banyumas, Jawa Tengah. Seperti kabar yang telah beredar, mereka bermaksud untuk meminta klarifikasi salah satu pengurus partai, bernama Dartim atas tudingan money politic yang dilontarkannya di suatu acara pengajian.


Kabar tersebut dibenarkan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, yang menjelaskan awal mula kejadian berawal dari tindakan yang dilakukan Dartim, selaku Ketua pengurus anak cabang PDIP kecamatan Sumbang. Dikatakannya, yang bersangkutan pada Senin (25/6) malam, mendatangi acara pengajian di salah satu rumah warga bernama Edi Siswanto. 


"Selesai doa, ada pembagian berkat atau bizaroh kepada yang hadir. Saat itu pemilik rumah (Edi Siswanto) diserahkan oleh Dartim ke Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan) atas dugaan money politic," jelasnya di Semarang, Selasa (26/6).


Mengetahui kejadian itu, massa Banser dan FPI merasa tak terima, lantaran selama ini menilai bahwa pembagian berkat atau bizaroh adalah hal yang wajar dalam kultur warga NU. "Massa kemudian mendatangi kantor PDIP Banyumas," ucapnya.


Akan tetapi, Condro menegaskan saat penggerudukan sama sekali tak tercipta konflik fisik maupun aksi anarki baik dari masa Banser, FPI maupun Satgas PDIP. Hingga pada akhirnya, upaya mediasi pun sukses dilangsungkan melalui perwakilan masing-masing pihak dan dipimpin oleh Kapolres Banyumas.


Upaya mediasi, sebagaimana dijelaskan Condro, akhirnya berujung pada sejumlah kesepakatan damai. Dimana pada poin pertama menyebutkan bahwa tim advokasi PDIP Banyumas menyetujui pencabutan laporan aduan money politic tadi ke Panwascam. 


Adapun poin kedua, yakni pihak Banser menyatakan bersedia menarik laporan atas tindakan Dartim yang menyeret Edi Siswanto ke Panwascam. Terakhir, masing-masing pihak sepakat bahwa permasalahan tesebut telah usai dan berjanji akan menjaga kondusifitas Banyumas.


"Polri dan TNI tetap mensiagakan kekuatan di Mapolres Banyumas untuk antisipasi apabila terjadi pengerahan massa dari kedua belah pihak," tandas Condro.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore