
Yogor Telenggen, salah satu pimpinan OPM yang selama ini menjadi buron berhasil diringkus aparat kepolisian
JawaPos.com - Yogor Telenggen alias Kartu Kuning Yoman berhasil diringkus jajaran Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Papua. Yoman selama ini dikenal sebagai buronan yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) Pimpinan Purom Wenda yang kabur dari penjara. Dia kabur sejak 2011 ketika terlibat dalam sejumlah aksi penembakan di wilayah Papua.
Ketua Satgassus Papua Brigjen Herry Nahak mengatakan, Yogor ditangkap pada Sabtu (12/5) sekitar pukul 05.00 WIT. "Telah dilakukan penangkapan terhadap DPO Yogor Telenggen oleh Satuan Tugas Khusus Papua DPP IPTU Budi Basra bertempat di Kampung Usir, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya," ujarnya melalui pesan singkat yang diterima JawaPos.com, Minggu (13/5).
Herry menjelaskan, penangkapan ini bermula pada pukul 02.00 WIT. Ketika itu tim yang dipimpin KANIT IV Sub Satgas Lidik Iptu Budi Basra melakukan apel dan persiapan di Polres Puncak Jaya. 15 munit kemudian mereka tiba di lokasi diduga tempat persembunyian Yogor di Kampung Usir, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.
Pukul 02.45 WIT tim mulai menggeledah Honai dan menemukan Yogor. Mereka pun berusaha mengeluarkan Yogor dari Honai namun dia berusaha kabur dan melakukan perlawanan. "Akhirnya tim melumpuhkan dengan menembak kaki target Yogor Telenggeng," kata Herry.
Dari tangan Yogor, tim Satgassus Papua berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 butir amunisi caliber 99 mm dan 1 pucuk senjata api laras pendek G2 Combat.
Sementara itu, jelas Herry, Yogor sempat terlibat dalam beberapa aksi penembakan. Pertama, aksi penembakan pesawat Trigana di Bandara Mulia Puncak Jaya, pada 9 April 2012.
Kedua, aksi penembakan terhadap rombongan patroli di Kali Semen Kampung Waneggobak pada 24 Oktober 2011. Akibatnya, anggota Brimob Mabes Polri atas nama Bripda Perianto Kaluku dan Bripda Eko serta anggotta Brimobda Papua Bripda Abdul Syukur terkena luka tembak.
Ketiga, aksi penyerangan terhadap Mapolsek Pirime pada 27 November 2012. Ketika iitu mengakibatkan 3 anggota Polsek Perime meninggal dunia dan 3 senjata api milik Polsek dirampas. Keempat, aksi penembakan di Puncak Jaya pada 28 Januari 2011. Penembakan itu menewaskan anggota Brimobda Papua serta senjata jenis Arsenal milik korban dirampas.
Lalu, aksi penyerangan dan penembakan pada Kamis 21 Februari 2013 di wilayah Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Papua dan penembakan di Sinak Kabupaten Ilaga Papua.
Keenam, terlibat aksi penembakan 10 Januari 2013 di Kota Lama kampung Wuyukwi Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya terhadap Praka Hasan dan menewaskab Haji Hadis alias Wito. Terakhir, terlibat aksi penembakan di Sinak pada 12 Februari 2018 yang menewaskan anggotta kopasus an Pratu Sandi.
Sementara itu, Yogor Telenggen alias Kartu Kuning Yoman merupakan pasukan dari Kelompok TPN/OPM Pimpinan Purom Wenda yang pernah ditangkap oleh Timsus Polda Papua pada Sabtu, 9 Maret 2013 sekitar pukul 15.20 WIT, bertempat di Jalan Raya Waena - Sentani tepatnya di kuburan batas Kota Waena Distrik Heram Kota Jayapura.
Yogor sebelumnya telah divonis seumur hidup oleh pengadilan namun melarikan diri dari Lapas Abepura pada 8 Januari 2016. Dari hasil pemantauan, Yogor merencanakan berangkat ke Sinak untuk kembali melakukan aksi penembakan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
