
BUKTI BARU: Warga Jogja yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Anarkisme (AMAN) menyerahkan barang bukti tambahan berupa sobekan baliho di Polda DIY, Rabu (9/5).
JawaPos.com - Warga Jogja yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Anarkisme (AMAN) melaporkan sebuah akun jejaring sosial Twitter dengan nama Sultan Fahrie ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (9/5).
Mereka menganggap apa yang dilakukan oleh Fahrie di media sosial menganduk tindak ujaran kebencian, serta penghinaan terhadap Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Juru bicara dari AMAN, Agung Budyawan mengatakan, pelaporan itu dilakukan karena akun tersebut dirasa telah menghina Sri Sultan Hamengku Buwono X dan juga warga Jogja.
Terlapor menuliskan kata-kata kasar dalam kolom komentar, seperti 'Dasar yg membuat ribut Jogja tersebut pemimpinnya sendiri, emangnya Jogja itu miliki nenek moyang sultan apa, sultan Jogja itukan brengsek'.
"Dugaan pelanggaran ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) akun atas nama Sultan Fahrie. Bagi kami ini sudah nranyak (keterlaluan), maka kami laporkan ke Polda," katanya, Rabu (9/5) sore.
Selain itu, ia bersama dengan rekan-rekannya juga menyerahkan bukti tambahan untuk membantu mengungkap kasus penulis 'Bunuh Sultan' saat aksi demo anarkis di pertigaaan Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Berupa sobekan baliho yang berada di sisi barat Pos Polisi Lantas yang terbakar akibat dilempari bom molotov. "Berupa sobekan baliho yang mereka corat-coret," tuturnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto mengatakan, laporan atas dugaan penghinaan di media sosial itu telah diterimanya. "Kemungkinan (memakai) Undang-undang ITE. Laporan menyangkut ujaran kebencian terhadap Sultan dan warga Jogja," katanya.
Atas kasus yang diterima ini, ia berharap agar masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai apa yang diungkapkan menjadi bumerang sendiri.
"Kalau untuk barang bukti tambahan berupa sobekan baliho itu, nanti akan dipertimbangkan oleh penyidik. Apakah bisa menjadi tambahan untuk menjadi petunjuk mengungkap kasus itu atau tidak," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
