
Proses pemakaman Suwadi diserang oleh Panji, yang tak lain adalah adik iparnya sendiri, dengan menggunakan mandau.
JawaPos.com – Kabar duka menyelimuti keluarga Suwadi, 51, warga Sepinggan Baru II, RT 16, Nomor 76, Balikpapan Selatan. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai guru itu meregang nyawa di tangan adik iparnya sendiri, Panji, 33.
Saat ini Panji sudah diamankan di Polsek Balikpapan Selatan. Namun, penyidik belum bisa meminta keterangan tersangka karena pelaku diduga depresi. Di sel tahanan, Panji lebih banyak diam.
Kapolsek Balikpapan Selatan Kompol M Jufri Nara mengatakan, petugas kesulitan memeriksa tersangka, sehingga belum bisa diketahui motif pembunuhan. Maka dari itu, saat ini mereka perlu mendatangkan psikiater guna menentukan status kejiwaan Panji.
“Kami masih menunggu keterangan soal status kejiwaannya dari pihak keluarga atau pengacara. Kalau kami tunggu sampai besok (hari ini, Red) tak ada, nanti kami minta bantuan rumah sakit untuk mendatangkan psikiater,” ungkap Jufri dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Minggu (15/4).
Selama ditahan, Panji tak membuat ulah. Pembawaannya tenang dengan wajah tak beriak. Namun, sejak ditahan Jumat (13/4) sore lalu, Panji hanya ingin makan nasi goreng. Hal ini membuat petugas agak kesulitan menuruti permintaannya.
“Maunya makan nasi goreng. Kalau malam, tak masalah. Ini sarapan juga maunya nasi goreng. Siapa yang jual. Jadi, kami beri nasi campur biasa,” katanya.
Kepolisian juga belum melihat ada perubahan karakter Panji selama ditahan. Sebelumnya beredar kabar Panji harus minum pil penenang untuk meredam emosi atau dugaan kelainan jiwa. Namun, hingga sore kemarin, Jufri memastikan tersangka tak pernah menunjukkan emosi tersebut.
“Ya, diam-diam saja. Di BAP (berita acara pemeriksaan) pun termenung saja. Jadi, kami belum mendapat jawaban terkait persoalannya,” pungkas dia.
Kabar terbunuhnya Suwadi, guru SMK 3 Balikpapan di tangan adik iparnya sudah sampai ke Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltim. Ketua PGRI Kaltim Musyahrim menuturkan, pihaknya sudah mempelajari kasus pembunuhan tersebut. Lantaran latar belakang kasus yang menimpa korban adalah permasalahan keluarga, Musyahrim mengungkapkan, PGRI Kaltim tak akan menurunkan tim untuk melakukan investigasi.
“Kami memang memiliki lembaga bantuan hukum (LBH). Namun tugasnya adalah melakukan advokasi untuk kasus-kasus hukum yang berkaitan langsung dengan profesi,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim itu mencontohkan, kasus yang bisa ditangani LBH yaitu bila ada orang tua siswa yang melakukan penganiayaan terhadap guru. Atau bila seorang guru dituduh melakukan penganiayaan terhadap anak didiknya.
Nah, untuk kasus-kasus seperti itulah LBH yang diketuai Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (FH Unmul), Sarosa Hamongpranoto itu akan turun tangan untuk melakukan investigasi. LBH tersebut beranggota beberapa orang advokat dan pakar hukum Bumi Etam.
Untuk kasus yang menimpa Suwadi, PGRI Kaltim menyerahkan penanganannya ke aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian. Musyahrim menerangkan, karena kasus ini berlatar masalah keluarga, bila LBH turun tangan, ditakutkan dianggap mencampuri urusan keluarga.
“Makanya kami serahkan kepada polisi saja,” terangnya.
Meski tak akan menurunkan tim investigasi, PGRI Kaltim tak akan tinggal diam. Musyahrim mengungkapkan, pasti ada santunan terhadap keluarga yang ditinggalkan. Bagaimanapun, lanjut dia, korban adalah anggota PGRI Kaltim.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
