Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Maret 2018 | 01.08 WIB

Tarif KA Bandara Minangkabau Hanya Rp 20 Ribu

Ilustrasi. Kereta Api (KA) dari stasiun Simpang Haru, Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sudah beroperasi - Image

Ilustrasi. Kereta Api (KA) dari stasiun Simpang Haru, Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sudah beroperasi

JawaPos.com - Pengoperasian Kereta Api (KA) dari stasiun Simpang Haru, Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) diyakini lebih meringankan penumpang. Sebab, tarif yang bakal diberlakukan jauh lebih murah dibandingkan tarif bus Damri dan Tranex yang biasanya menjadi langganan transportasi menuju BIM.


Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Amran mengatakan, perkiraan awal ongkos untuk menikmati transportasi KA berada di angka Rp25 ribu hingga Rp40 ribu. Dengan kata lain, lebih mahal dibandingkan moda transportasi lain yang melayani rute dari Padang menuju BIM. Seperti Damri dan Tranex yang tarifnya berada dikisaran angka Rp 23.500.


"Sehingga kehadiran KA bandara tidak mematikan pendapatan bus Damri maupun Tranex," kata Amran, Rabu (21/3).


Hanya saja, lanjut Amran, hasil rapat penentuan tarif berkata lain. Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menetapkan tarif KA Bandara Minangkabau Ekspres hanya Rp20 ribu. Jumlah tersebut sangat jauh lebih murah dari apa yang direncanakan Pemprov Sumbar.


Menurutnya, penetapan tarif KA Minangkabau Ekspres telah melalui perhitungan matang. Salah satunya, agar masyarakat tertarik menggunakan transportasi kereta api.


"KA ini moda transportasi baru. Kalau ongkosnya mahal, masyarakat tentu tidak tertarik. Contohnya kereta bandara di Jakarta, ditetapkan seratus ribu rupiah, penumpang tak antusias. Kemudian direvisi jadi 70 ribu rupiah, baru terlihat peningkatan jumlah penumpang," ungkap Amran.


Amran menjelaskan, tarif KA Minangkabau Ekspres tidak selamanya berada di angka yang telah ditetapkan. "Bisa saja direvisi lebih mahal, ketika kepercayaan masyarakat untuk menggunakan moda kereta api memang sudah meningkat" katanya.


"Revisi tarif pasti ada. Apakah tiga bulan kedepan, atau enam bulan kedepan. Jangan berlebihan merisaukan matinya bus Damri atau Tranex akibat selisih ongkos, yang hanya di angka 3 ribu rupiah. Apalagi rute antara kereta dan bus ini kan berbeda," tambahnya.


Untuk diketahui, KA Minangkabau Ekspres telah menjalani uji lintasan sebelum beroperasi secara resmi. Kereta dimaksud akan menempuh rute dari Simpang Haru Padang menuju BIM sepanjang 25 kilometer, dengan waktu tempuh 30 menit. Kereta yang terdiri dari 4 rangkaian dimaksud dapat menampung penumpang mencapai 590 orang. Terdiri dari 393 kursi, dan 197 tempat untuk penumpang berdiri.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore