
Ilustrasi. Kereta Api (KA) dari stasiun Simpang Haru, Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sudah beroperasi
JawaPos.com - Pengoperasian Kereta Api (KA) dari stasiun Simpang Haru, Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) diyakini lebih meringankan penumpang. Sebab, tarif yang bakal diberlakukan jauh lebih murah dibandingkan tarif bus Damri dan Tranex yang biasanya menjadi langganan transportasi menuju BIM.
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Amran mengatakan, perkiraan awal ongkos untuk menikmati transportasi KA berada di angka Rp25 ribu hingga Rp40 ribu. Dengan kata lain, lebih mahal dibandingkan moda transportasi lain yang melayani rute dari Padang menuju BIM. Seperti Damri dan Tranex yang tarifnya berada dikisaran angka Rp 23.500.
"Sehingga kehadiran KA bandara tidak mematikan pendapatan bus Damri maupun Tranex," kata Amran, Rabu (21/3).
Hanya saja, lanjut Amran, hasil rapat penentuan tarif berkata lain. Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menetapkan tarif KA Bandara Minangkabau Ekspres hanya Rp20 ribu. Jumlah tersebut sangat jauh lebih murah dari apa yang direncanakan Pemprov Sumbar.
Menurutnya, penetapan tarif KA Minangkabau Ekspres telah melalui perhitungan matang. Salah satunya, agar masyarakat tertarik menggunakan transportasi kereta api.
"KA ini moda transportasi baru. Kalau ongkosnya mahal, masyarakat tentu tidak tertarik. Contohnya kereta bandara di Jakarta, ditetapkan seratus ribu rupiah, penumpang tak antusias. Kemudian direvisi jadi 70 ribu rupiah, baru terlihat peningkatan jumlah penumpang," ungkap Amran.
Amran menjelaskan, tarif KA Minangkabau Ekspres tidak selamanya berada di angka yang telah ditetapkan. "Bisa saja direvisi lebih mahal, ketika kepercayaan masyarakat untuk menggunakan moda kereta api memang sudah meningkat" katanya.
"Revisi tarif pasti ada. Apakah tiga bulan kedepan, atau enam bulan kedepan. Jangan berlebihan merisaukan matinya bus Damri atau Tranex akibat selisih ongkos, yang hanya di angka 3 ribu rupiah. Apalagi rute antara kereta dan bus ini kan berbeda," tambahnya.
Untuk diketahui, KA Minangkabau Ekspres telah menjalani uji lintasan sebelum beroperasi secara resmi. Kereta dimaksud akan menempuh rute dari Simpang Haru Padang menuju BIM sepanjang 25 kilometer, dengan waktu tempuh 30 menit. Kereta yang terdiri dari 4 rangkaian dimaksud dapat menampung penumpang mencapai 590 orang. Terdiri dari 393 kursi, dan 197 tempat untuk penumpang berdiri.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
