
SIMBOLIS: Pemberangkatan Tim Dokter Unhas ditandai dengan pemberian simbol berupa cinderamata dari Mensos Idrus Marham kepada Rektor Unhas, Senin (5/2).
JawaPos.com - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham resmi melepas pemberangkatan 19 dokter ahli dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, untuk menangani persoalan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Asmat, Papua, Senin (5/2).
Dalam sambutannya di hadapan puluhan mahasiswa, pejabat-pejabat kampus Unhas dan tim medis yang bakal diberangkatkan, Idrus Marham mengungkapkan, agenda ini merupakan satu bentuk perhatian khususnya dalam sudut pandang kemanusiaan, yang berakar dari kampus.
Untuk menuntaskan persoalan yang ada di sana menurut Idrus diperlukan perhatian secara menyeluruh. Mulai dari tim medis, dokter ahli hingga spesialis bahkan pendamping psikologis.
"Ini pendekatan solutif. Semata-mata dalam rangka kemanusiaan. Tugas kemanusiaan itu, tentu kita secara bersama-sama, baik dari sektor akademisi dalam hal ini kampus-kampus yang menitik beratkan perhatiannya untuk membantu mengatasi atau meminimalisir KLB di Asmat," terang Idrus di kampus Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (5/2).
Bentuk perhatian melalui wujud nyata seperti ini diakui Idrus, sangat diapresiasi Presiden Jokowi. Ia bahkan mengaku mendapat mandat khusus dari Presiden Jokowi jelang kedatangnya di Makassar untuk meresmikan pemberangkatan.
"Saya ditanya tadi sama Pak Jokowi untuk segera resmikan dan berangkatkan tim medis yang betul-betul bekerja untuk kemanusiaan," akunya.
Kerja kemanusiaan seperti, menurut Idrus, adalah hasil rekomendasi gagasan yang dituangkan pihak Unhas dalam pengajuan persetujuan ke Kementerian Sosial agar terlibat langsung dalam menangani persoalan di sana.
Untuk itu, ia menghimbau kepada kampus-kampus mana pun, yang mempunyai inisiatif bersifat solusi agar mengajukan persetujuan ke Kementerian Sosial, khusus untuk membantu KLB yang melanda Asmat.
"Saya menyampaikan pada kita semuanya, utamanya perguruan tinggi supaya bisa ajukan gagasan, pikiran-pikiran, sebagai solusi terhadap masalah-masalah yang ada untuk Asmat," imbaunya.
Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu mengungkapkan, jika gagasan pengiriman 19 orang tim medis untuk membantu persoalan KLB di Papua merupakan hasil kajian dari Tim Unhas.
"Untuk mengtasi persoalan ini tidak hanya sesaat. Ini adalah program yang berkelanjutan. Begitu pun dengan persoalan lain khusus di Asmat, tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah, karena ada batasnya. Makanya kami terpanggil untuk itu," ungkapnya dalam kesempatan yang sama.
Rektor menegaskan anggaran kebutuhan Tim guna membantu warga Papua terkait gizi buruk dan campak murni dari Unhas.. "Semua tidak ada bantuan, murni support mandiri dari Unhas," tegasnya.
Peresmian pemberangkatan sendiri, ditandai dengan pemberian simbol berupa cinderamata dari pihak Kemensos ke pihak kampus Unhas yang diterima langsung oleh Rektor.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
