
DIAMANKAN: Kaos berlambang palu arit milik Nurul Azmi yang disita TNI AD di Desa Bengkel, Kecamatan Lombok Barat, belum lama ini.
JawaPos.com - Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel (Inf) Farid Makruf begitu geram mengetahui beredarnya kaos bergambar palu dan arit di wilayah NTB. Dia berharap aparat kepolisian mampu mengungkap dalang dibalik menyebarnya lambang komunis di wilayah NTB.
”Bagi saya, itu menunjukkan bahwa PKI itu ada di sekitar kita,” kata Farid, kemarin (20/2).
Farid mengatakan, akhir pekan lalu pihaknya menemukan dua kasus yang berkaitan dengan lambang komunis itu. Yang pertama terjadi di wilayah Lombok Barat (Lobar). Di sana aparat keamanan menemukan seorang warga bernama Nurul Azmi, mengenakan baju berlambang palu arit. Kasus lainnya, ada di Lombok Tengah.
Menindaklanjuti kasus yang pertama, lanjut dia, pihaknya telah menyerahkan kepada aparat kepolisian untuk ditangani lebih lanjut. Guna mencari motif penggunaan kaos tersebut. Sebabnya, menurut pengakuan Nurul, kaos tersebut telah ia miliki sejak enam bulan lalu. Namun baru ia pakai satu kali, saat diamankan Babinsa di wilayah Desa Bengkel. ”Sudah kami serahkan ke polisi, karena kewenangan kami hanya melakukan penahanan selama satu hari saja, setelah itu menjadi urusan kepolisian,” beber dia.
Farid mengatakan, harapannya setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, kepolisian bisa menemukan motif dari pelaku. Apakah yang bersangkutan murni karena ketidaktahuan atau ada orang lain yang menggerakkan. ”Ini yang harus kita ketahui bersama, apa yang dicari dengan penggunaan kaos tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, Farid menginginkan kasus ini tidak menguap begitu saja. Ini jika melihat tahun lalu, terdapat 11 kasus pemunculan simbol PKI di wilayah NTB. Namun, dari jumlah tersebut, tidak ada satu kasus yang memunculkan siapa penggeraknya. ”Jadi sekarang kami menunggu hasil penyidikan polisi seperti apa, ke mana rangkaian itu,” kata dia.
Apakah pemunculan simbol komunis untuk mengacaukan keamanan? Menangggapi ini, Farid enggan berspekulasi. Dia masih menunggu fakta-fakta dari penyidikan yang dilakukan polisi. Terlepas dari itu, masifnya pemunculan simbol PKI membuat pihaknya waspada. ”Jelas kita harus waspada, jangan sampai kejadian dulu terulang lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Dirkrimum Polda NTB Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, pihaknya memberi atensi terkait munculnya simbol PKI. Sementara ini, polisi tengah menyelidiki motif dari penggunaan kaos berlambang palu arit milik Nurul Azmi. (dit/r2)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
