
Ilustrasi
JawaPos.com - Oknum perwira polisi diduga terlibat jaringan penjualan mobil bodong alias tak berdokumen. Kabar peredaran mobil bodong yang melibatkan oknum aparat kepolisian terungkap setelah adanya laporan masuk ke Polda Sulsel. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti, Kamis, 12 Januari.
Setelah melakukan berkoordinasi, tim gabungan dari Bidang Propam Polda Sulsel dan direktorat lainnya melakukan penelusuran di Kabupaten Luwu Timur. Pemeriksaan yang dilakukan di Polres Luwu Timur, Jumat, 13 Januari, membuahkan hasil.
Dilansir dari Fajar (Jawa Pos Group), tidak tanggung-tanggung ada 14 unit mobil tak berdokumen yang ditemukan. Empat unit dikuasai masyarakat sipil. Akan tetapi, dua unit mobil Toyota Innova berhasil dikirim ke Gorontalo.
Sumber di Polda Sulsel menyebutkan beberapa oknum kepolisian yang bertugas ikut menikmati mobil legal tersebut. Mulai dari jajaran perwira pertama hingga bintara.
Mereka bertugas di Polres Luwu Timur, Palopo, dan Luwu. Dari data tersebut diketahui beberapa unit mobil memang tidak memiliki dokumen. Baik STNK maupun BPKB.
Hanya saja, juga ditemukan mobil yang memiliki surat tanda nomor kendaraan (STNK). Walau, pada dasarnya tidak memiliki BPKB. Penjualan mobil ini pun mengarah pada seorang perwira pertama. Pangkatnya Ajun Komisari Polisi (AKP).
Perwira dengan inisial HT itu menjabat sebagai kepala kepolisian sektor (kapolsek).Terungkapnya peran AKP HT ini berdasarkan keterangan anggota Polsek Bajo Kabupaten Luwu, Bripka SP.
Dari keterangannya, mobil Toyota Innova berwarna hitam yang dikuasainya dibeli dari HT. Hanya saja, ia enggan memberikan keterangan mengenai harga mobil tersebut. Meski begitu, informasi dari internal Polda disebut jika harga mobil bervariasi.
Untuk harga mobil Avanza minimal dibanderol dengan harga Rp80 juta. Lainnya baik Innova hingga truk yang dimaksud bisa Rp100 jutaan.
AKP HT tidak berhasil saat berusaha dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui ponselnya, ia enggan menjawab. Saat disampaikan masud dan tujuan untuk melakukan konfirmasi melalui pesan singkat, telepon selulernya dinonaktifkan.(shd/zul/abg/sad/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
