Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Januari 2017 | 10.30 WIB

Mahasiswa Seluruh Indonesia Gelar Demo Serentak Kamis Besok

Ilistrasi - Image

Ilistrasi



JawaPos.com - Mahasiswa di Kalimantan Barat berencana menggelar unjuk rasa bertajuk aksi 121, Kamis (12/1) mendatang. Aksi demonstrasi ini digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia, termasuk di Kalbar.


Aksi 121 ini menanggapi kebijakan pemerintah yang menaikkan harga barang dan pajak pada awal tahun 2017. Mulai dari bahan bakar minyak (BBM), biaya pengurusan surat kendaraan, hingga tarif dasar listrik (TDL).


“Di Pontianak tempatnya belum tahu, akan kita pusatkan dimana? Masih dalam tahap koordinasi dengan BEM lainnya,” ujar Muhammad Suriansyah, Presiden BEM REMA Institut Keguruan dan Ilmu Politik (IKIP) Pontianak saat dihubungi Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).


Suriansyah yang juga Koordinator Aliansi Mahasiswa Kalbar mengaku, ada beberapa poin yang menjadi tuntutan rekan-rekannya. Di antaranya mendesak pemerintah membatalkan kenaikkan tarif dasar listrik berdaya 900VA. 


“Padahal tahun 2015 pemerintah sudah menghilangkan subsidi listrik golongan 1.300 VA dan 2.200 VA. Namun kita tidak melihat adanya optimalisasi pelayanan PLN yang merata di seluruh Indonesia,” kesalnya.


Suriansyah juga menuntut Presiden Joko Widodo mencabut PP Nomor 60 tahun 2016. Ia menolak dalih pemerintah yang menyebut kenaikkan ini sebagai cara untuk meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).


“Meningkatkan APBN dengan membebankan biaya tinggi ke masyarakat, bagi kami bukan cara yang bijak. Apalagi oleh pemerintah yang ngakunya merakyat,” kata Suriansyah.


Dia juga meminta pemerintah menanggapi serius isu Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal yang belakangan meresahkan masyarakat. “Apakah ini janji tentang 10 juta lapangan kerja yang pernah disampaikan dahulu?” tegasnya.


Dia menjelaskan, aksi Kamis mendatang akan jadi aksi bersama oleh BEM seluruh Indonesia. “Kita serentak di hari itu, kita serukan aksi bela rakyat,” ujarnya. 


Secara nasional, BEM seluruh Indonesia juga menyerukan reformasi jilid 2. Mereka menuntut agar pemerintah kembali menjalankan kebijakan yang prorakyat. 


“Padahal presiden yang terpilih ini tidak gratis, tapi terpilih dengan 7,9 triliun rupiah uang rakyat,” ungkap Suriansyah. (Iman Santosa/Hamka Saptono/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore