
MEGAH: Masjid Muhammad Cheng Hoo berdiri di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi.
JawaPos.com- Kerukunan umat antaragama di Kabupaten Banyuwangi bisa menjadi contoh. Di tengah isu SARA yang merebak, masyarakat setempat serta warga keturunan Tionghoa bersama-sama mendirikan masjid dan lembaga pendidikan.
Yakni, Masjid Muhammad Cheng Hoo dan Pondok Pesantren Adz-Dzikra Muhammad Cheng Hoo. Keduanya diresmikan Sabtu (26/11) oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi.
Masjid dan lembaga pendidikan itu berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektare. Donatur pembangunan berasal dari masyarakat setempat, warga Tionghoa, serta perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jatim. Peresmian itu dihadiri Konjen Tiongkok untuk Indonesia di Surabaya Gu Jingqi, perwakilan PW NU Jatim, tokoh agama, serta warga setempat.
Kadafi, salah seorang pendiri masjid dan pondok pesantren, menyatakan bahwa ide pembangunan fasilitas umum dan lembaga pendidikan itu muncul begitu saja. Dia sering mengikuti pengajian jamaah KH Ahmad Wahyudi. ”Kami sering menggelar kegiatan sosial, tapi tidak memiliki masjid,’’ katanya.
Dia mulai berpikir untuk membuat masjid di lahan miliknya seluas 4.500 meter persegi. Ide itu tidak disampaikan secara terang-terangan. Seiring berjalan waktu, Kadafi bersama KH Ahmad Wahyudi bertemu rekan-rekan dari pengurus Yayasan Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya. ”Muncul ide untuk membentuk pesantren tersebut,’’jelas Kadafi.
Wiranto mengapresiasi masyarakat Banyuwangi dan warga Tionghoa karena mereka bisa menunjukkan kerukunan yang luar biasa. ”Ini bisa menjadi contoh untuk masyarakat Indonesia seluruhnya,’’ katanya.
Dia berharap keberagaman umat dan tradisi tersebut menular ke daerah lainnya. Dengan begitu, Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi kuat dan berdedikasi. ”Sesuai cita-cita bersama,’’ ungkapnya.
Kurikulum yang diajarkan pun beragam. Salah satunya membaca kitab kuning dengan cepat. Dewan Penasihat Yayasan Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya Bambang Sujanto menyatakan, masjid tersebut merupakan yang kesepuluh. Sebelumnya, hanya ada sembilan Masjid Muhammad Cheng Hoo yang tersebar di Indonesia. ”Masjid ini menggenapkan menjadi sepuluh dari seluruh yang ada di Indonesia,’’ ucapnya.
Bambang juga bangga. Kini ada pondok pesantren yang menggunakan nama Cheng Hoo. Harapannya, pondok serupa bakal berdiri di daerah lain. Langkah tersebut merupakan bentuk dakwah kepada masyarakat sekaligus menjunjung tinggi kerukunan umat. (riq/c21/diq)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022