
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menerangkan penagkapan OTT Bupati Lombok Barat saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/07/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pemalang Anom Widyantoro, Lembaga Antirasuah turut menetapkan Setya Budi Dias sebagai tersangka. Dia adalah pegawai KPK yang bertugas sebagai staf administrasi. Atas keterlibatan Dias, KPK menegaskan tidak ada toleransi.
Melalui keterangan yang disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein kepada awak media pada Kamis (30/7), KPK menyatakan bahwa pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam peristiwa tangan tangan tersebut, termasuk penangkapan Dias.
”Dari peristiwa tertangkap tangan ini, kami menegaskan bahwa KPK zero tolerance terhadap setiap bentuk tindak pidana korupsi, meskipun itu dilakukan oleh oknum di KPK. Hal ini sebagai wujud komitmen KPK untuk menegakan integritas kelembagaan maupun integritas individu setiap Insan KPK,” kata Achmad.
KPK memastikan, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi dan introspeksi bagi KPK. Achmad memastikan, instansinya akan melakukan upaya-upaya korektif serta pembenahan, baik melalui pendekatan sistem maupun individu. Tujuannya untuk memitigasi sejak dini adanya risiko dan mencegah agar persoalan serupa tidak terulang.
”Kami juga mengimbau kepada masyarakat, agar selalu waspada dan hati-hati, jika mengetahui adanya modus-modus penipuan, pemerasan, ataupun modus lainnya yang mengatasnamakan dapat mengurus perkara di KPK, silakan laporkan kepada kami atau aparat penegak hukum terdekat,” bebernya.
Achmad memastikan, setiap penanganan perkara di KPK dilakukan secara objektif, berdasarkan alat bukti, dan pengambilan keputusan oleh pimpinan juga dilakukan secara kolektif kolegial. Selain itu, pihaknya mengaku prihatin, sebab masih terjadinya dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemkab Pemalang.
Apalagi, sebelum peristiwa OTT itu, KPK melalui Kedeputian Koordinasi dan Supervisi sudah melakukan pendampingan serta penguatan tata kelola secara intensif. Salah satunya kepada Pemkab Pemalang. Lewat rapat koordinasi hingga upaya mitigasi risiko pada sektor-sektor yang rawan korupsi, mereka berusaha melakukan pencegahan.
”Pendampingan tersebut dilakukan agar pemerintah daerah mampu mengidentifikasi dan menutup celah-celah penyimpangan sejak dini,” ujarnya.
Namun demikian, korupsi tetap terjadi. KPK menangkap Anom bersama sejumlah pihak lainnya. Termasuk salah seorang pegawai di Gedung Merah Putih. Mereka kemudian menjadi tersangka bersama Lilik, yang tidak lain ayah Dias, dan Haris yang teridentifikasi sebagai orang kepercayaan Anom.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022