
Tersangka Adlun saat di kantor polisi.
JawaPos.com--Jajaran Polres Ternate membantah salah seorang oknumnya telah melakukan pungutan liar (pungli) alias meminta suap terhadap pengendara yang telah ditilang saat razia di pos depan RS Dharma Ibu, Gamalama, Sabtu (26/9) lalu.
"Itu bukan pungli, tetapi uang titipan tilang,” kata Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Samsudin Lossen. Pernyataan ini disampaikan menanggapi video yang diunggah oleh AF alias Adlun, seorang mahasiswa melalui media sosial, Minggu (27/9) lalu.
“Banyak korban yang ditilang dimintai uang tilang senilai 125 ribu,” tulis Adlun melalui aplikasi BBMnya. Ia kemudian ditangkap polisi, Senin (28/9) dan ditetapkan sebagai tersangka karena telah mencemarkan nama baik institusi Polri.
Dari informasi yang diterima Malut Post (Jawa Pos Grup), video itu sebelumnya juga sudah diunggah ke youtube. Namun, saat ditelusuri kembali, video tersebut sudah tidak ditemukan lagi. Menurut Samsudin, penyebaran video itu melalui youtube diduga tidak dilakukan sendiri oleh Adlun.
“Kita masih melakukan pengembangan mencari tahu adanya pelaku lain. Sebab ada kemungkinan penyebaran video di youtube bukan dilakukan AF sendiri, tetapi dibantu pihak lain. Ini masih kita dalami,” jelasnya.(Baca: Unggah Video Polantas Terima Suap, Mahasiswa Ditangkap)
Sementara saat ditanya soal pasal dan undang-undang apa yang dikenakan pada pelaku, Samsudin enggan menyebutkan karena beralasan itu sudah termasuk ke dalam materi penyidikan.(cr-01/ici/jpg)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022