
Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Komdigi Molly Prabawaty bersama CEO JawaPos.com Dhimas Ginanjar. (Dery Ridwansah)
JawaPos.com - Tahun 2026 menjadi babak baru perjalanan transformasi digital di Tanah Air. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai pendukung aktivitas masyarakat maupun pilihan dalam menjalankan bisnis, tapi sudah menjadi fondasi utama pembangunan nasional.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Komdigi, Molly Prabawaty, saat memberikan Keynote Speech dalam acara JawaPos.com Digital Excellece Awards 2026 di hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (30/7).
Menurutnya, perkembangan teknologi digital saat ini memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat produktivitas industri, mempercepat inovasi, hingga meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan global yang kian ketat.
"Tahun 2026 menandai babak baru transformasi digital Indonesia. Digitalisasi tidak lagi sekadar menjadi instrumen pendukung aktivitas masyarakat ataupun pilihan dalam menjalankan proses bisnis. Hari ini, teknologi digital telah berkembang menjadi fondasi utama pembangunan nasional yang mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat produktivitas industri, mempercepat inovasi, dan meningkatkan daya saing bangsa di tengah kompetisi global," ujar Molly Prabawaty.
Ia menjelaskan, arah transformasi digital Indonesia sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menempatkan teknologi sebagai instrumen penting untuk memperkuat kedaulatan bangsa. Karena itu, pengembangan ekosistem digital harus mengedepankan aspek keamanan, inklusivitas, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Menurut Molly, tantangan Indonesia saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur digital atau perluasan akses internet. Pemerintah mendorong agar ekonomi digital mampu tumbuh secara berkelanjutan, berputar di dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, serta memberikan manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat.
"Semangat tersebut selaras dengan tema 'NEXT: Beyond the Headlines' yang diusung JawaPos.com pada peringatan usia ke-11. Tema ini mengandung makna bahwa transformasi digital tidak berhenti pada penyampaian informasi secara cepat, tetapi harus mampu melampaui tajuk berita dengan menghadirkan inovasi, membangun kepercayaan publik, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa," imbuhnya.
Lebih lanjut, Molly menegaskan bahwa pembangunan ekosistem digital nasional berlandaskan pada konstitusi dan regulasi yang kuat. Ia pun mengutip Pasal 28F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, serta mengolah dan menyampaikan informasi melalui berbagai saluran yang tersedia.
Menurutnya, amanat konstitusi tersebut menjadi pijakan pemerintah dalam menjaga ruang digital Indonesia agar tetap terbuka, demokratis, aman, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
