karya seni yang dipamerkan dalam pameran seni rupa The Untitled. (Istimewa)
JawaPos.com - Pameran seni rupa The Untitled digelar di 2Madison Gallery Kemang dan 2Madison Plaza Pondok Indah, Jakarta Selatan hingga 17 Oktober 2026. 14 perupa dilibatkan dalam kegiatan bertema The Unspoken Narratives Waiting to be Told.
Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bogor, Magetan, Klaten, Gresik, Padang dan Tangerang Selatan.
Pendekatan ini mempertemukan karya visual, desain dan fesyen. Melalui kolaborasi pelukis Agus Wicaksono mengatakan, karya seni tidak hanya dipamerkan di galeri, tetapi juga diterjemahkan menjadi produk yang dapat dikenakan dalam keseharian.
Agus membawa 25 lukisan yang dibuat pada 2022. Karya-karyanya menampilkan figur hewan dengan teknik kontur menggunakan kuas, pendekatan yang dikembangkannya setelah beralih dari pisau palet pada 2016.
Karya ini diilhami dari pengalaman masa kecil yang dekat dengan hewan karena kakeknya bekerja di Kebun Binatang Surabaya.
"Ini sebenarnya peristiwa masa kecil saya. Masa kecil saya itu dekat dengan hewan-hewan ini," ungkap Agus saat ditemui di sela pameran.
Dalam The Untitled, karya Song of Freedom menjadi visual utama yang diterjemahkan ke dalam koleksi wearable art 2Madison Avenue untuk Fall and Festive Collection 2026. Adaptasi tersebut mencakup sejumlah produk, seperti gaun, atasan, celana, scarf dan aksesori.
Baginya, peralihan teknik melukis menjadi bagian dari perjalanan artistiknya. Setelah menggunakan pisau palet selama bertahun-tahun, ia memilih kuas untuk mengeksplorasi pendekatan baru.
"Saya jenuh pakai palet itu. Terus saya ingin berubah, berubah total," ujarnya.
Seniman lainnya, Reydo Respati membawa lukisan dengan konsep Purusa dan Prakerti dalam ajaran Hindu. Karya ini menggambarkan energi maskulin dan feminin yang saling berhubungan dalam proses lahirnya kehidupan.
Reydo memilih figur abstrak tanpa wajah dan dominasi warna hitam-putih untuk menyampaikan gagasannya. Kesederhanaan visual tersebut juga tercermin dalam teknik pengerjaan yang mengandalkan spontanitas.
"Dengan narasi tadi, saya ingin menghadirkan gambaran energi yang sederhana. Jadi dengan gerak yang simpel untuk menghadirkan objek," jelas Reydo.
Sementara itu, Riki B. Suteja membawa dua karya bertema rebirth atau pembentukan kembali. Dalam proses penciptaannya, ia melukis bidang gipsum, menghancurkannya, kemudian menyusun kembali kepingan-kepingan tersebut dan menyatukannya menggunakan resin.
Bagi Riki, proses tersebut merepresentasikan pengalaman manusia ketika menghadapi kesulitan dan berusaha bangkit. Ia menghubungkan proses artistik itu dengan pengalaman personal yang menurutnya juga dapat dialami banyak orang.
"Jadi pas sudah jatuh, entah gimana caranya kita susun ulang serpihan-serpihan diri untuk bangkit jadi sesuatu yang baru," ujar Riki.