alexametrics

Jendela Asimetris ”Pengganti” Balkon

22 Agustus 2021, 15:22:43 WIB

Merenovasi rumah bisa dibilang lebih tricky daripada membangun sejak nol. Itulah yang dirasakan Abdi Manaf, arsitek asal Surabaya, dalam proyek Ramalooman Residence di kawasan Sidoarjo.

AWALNYA, rumah milik Rama Dhanikusuma itu telah memiliki kerangka dasar dengan kondisi pengerjaan sekitar 30–40 persen. Merasa kurang sreg, Rama meminta Abdi untuk merenovasi rumahnya. Kondisi kerangka dasar yang sudah terbentuk menjadi tantangan utama bagi Abdi. ”Bentuk bangunan belum jelas seperti apa, tapi sudah ada masterplan yang membentuk kerangka dasarnya,” kata Abdi pada Jumat (20/8).

Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu mencoba memberi gagasan agar karakter desain rumah tersebut lebih diperkuat. Sementara itu, poin yang ingin ditekankan Rama adalah masalah ruang. Karena itu, Abdi memulai pergerakan bidangnya melalui kamar utama di lantai 2. Di sanalah tempat Abdi kali pertama mengeksplorasi bagunan tersebut.

Di kamar itu sudah terbangun dinding bata ringan, tetapi belum memiliki atap. Rama berkeinginan membuat balkon di kamar tersebut. Namun, kendalanya adalah terdapat struktur kantilever atau struktur gantung di bagian depannya. ”Saya enggak bisa menambah elemen dengan beban berat di situ. Kalau maju lagi, bisa ambrol,” katanya.

Alternatif lain, balkon bisa dibuat dengan mengurangi ukuran kamar. Karena Rama tidak setuju, Abdi pun menciptakan jendela asimetris di sudut kamar. ”Itu adalah implementasi elemen balkonnya,” ujar Abdi.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adn/c14/nor

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads