Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Januari 2017 | 13.59 WIB

Adelaide, Kota Super Ideal untuk Penghobi Sepeda

TANJAKAN MEMATIKAN: Yohanes Teknowijoyo dan Tonny Budianto saat melintasi Checker Hiill, tanjakan dengan kemiringan maksimal mencapai 19 persen. - Image

TANJAKAN MEMATIKAN: Yohanes Teknowijoyo dan Tonny Budianto saat melintasi Checker Hiill, tanjakan dengan kemiringan maksimal mencapai 19 persen.

Adelaide, Australia Selatan, mungkin salah satu kota paling ideal untuk dikunjungi penghobi sepeda. Berikut sejumlah alasan mengapa kota itu tidak punya banyak pesaing di dunia. 

CATATAN AZRUL ANANDA 

---

Tidak banyak kota di dunia ini yang bisa dibilang sebagai surga bagi penghobi sepeda. Maksudnya, kota yang lengkap infrastrukturnya, asyik rute-rutenya, dan dahsyat toko-toko sepedanya.

Adelaide adalah salah satu yang paling luar biasa.

Setiap tahun, setiap bulan Januari, kota itu menjadi tuan rumah Tour Down Under (TDU), ajang pembuka rangkaian WorldTour alias balap kasta tertinggi. Jadi, ada balapan dahsyat di sana, menampilkan bintang-bintang terbesar.

Tahun ini misalnya. Ada sang juara dunia Peter Sagan plus sejumlah superstar seperti Richie Porte, Caleb Ewan, Geraint Thomas, dan lain-lain.

Balapan itu unik karena semua aktivitasnya terpusat di tengah kota. Semua pembalap selalu menginap di hotel yang sama (Hilton) selama lomba berlangsung, jadi tidak memusingkan dan melelahkan.

Kemudian, di seberang hotel itu ada Victoria Square, sebuah taman kota. Nah, setiap kali TDU berlangsung, taman itu berubah menjadi arena festival sepeda superkeren. Ada pameran sepeda, atraksi musik, arena permainan serta hiburan, dan lain-lain.

Karena itu lomba WorldTour perdana, semua barang-barang sepeda termutakhir dipamerkan di sana. 

Hobi mengunjungi toko sepeda? Adelaide juga surga. Toko-tokonya besar-besar dan barang yang dijual sangat menggiurkan bagi penghobi. Barang-barang terbaik dari seluruh dunia bisa didapatkan di kota itu. Apalagi saat TDU berlangsung. Banyak barang baru tersedia dan rata-rata belum tersedia di negara-negara lain di dunia!

Kota sepeda tentu harus punya infrastruktur yang lengkap pula. Dalam hal ini, Adelaide luar biasa. Hampir semua jalannya memiliki lajur khusus sepeda yang mulus, aman, dan nyaman.

Bukan hanya itu, ingin ke luar kota pun, sepeda dibuatkan jalur sendiri. Terpisah dengan mobil. Penulis dan sejumlah rekan sempat bersepeda dari Adelaide ke selatan, ke arah perkebunan anggur McLaren Vale, lalu menanjak ke Willunga Hill.

Hampir seluruh perjalanan puluhan kilometer itu melintasi jalur khusus sepeda. Kadang berjajar dengan jalan tol, kadang berjajar dengan rel kereta api, kadang memotong perumahan, kadang melewati hutan.

Aspalnya mulus, nyaris tak ada lubang, dan cukup lebar. Ada underpass-nya (kalau melewati jembatan), ada jembatannya (kalau melewati sungai), ada overpass-nya (kalau melintasi jalan), dan lain-lain. Sangat mengasyikkan.

Haus? Ada beberapa tempat untuk duduk istirahat dan mengisi botol minum.

Andai pembaca kelak dapat kesempatan bersepeda di Adelaide, jalur khusus sepeda itu wajib dijajal. Plus, tentu saja, sejumlah rute yang menjadi kondang di seluruh dunia gara-gara TDU.

Beberapa yang wajib dilewati:

Checker Hill. 

Panjangnya hanya 600 meter, tapi sangat miring. Bahkan mencapai 19 persen. Ingin uji nyali dan kekuatan kaki? Harus ke sana.

Norton Summit. 

Tanjakan itu langsung bisa dilahap begitu keluar dari pinggir kota. Norton Summit tidak terlalu curam, hanya beberapa kilometer, dan merupakan jalur paling populer untuk latihan pesepeda Adelaide karena lokasinya yang dekat. 

Dari sana bisa lanjut ke Mount Lofty, titik tertinggi di sekitar Adelaide (ketinggian 727 meter). Sebenarnya itu bukan gunung, lebih tepat disebut sebagai bukit yang tinggi. Tapi, di puncaknya, pemandangan Kota Adelaide bisa dilihat secara lengkap.

Paracombe. 

Itu tanjakan yang belakangan superkondang gara-gara TDU. Panjangnya hanya 1,2 km; tapi sangat curam dengan kemiringan konstan di kisaran 10 persen. Setelah naik ke Paracombe, bisa turun, belok kanan melewati Gorge Road yang indah, lalu menukik ke kanan dan melewati...

Corkscrew Road. 

Panjang tanjakan itu sekitar 2,5 km. Tapi curam sekali karena bagian atasnya konstan di kisaran 11-14 persen. Tanjakan tersebut sering menjadi arena tarung seru para climber di TDU.

Willunga Hill. 

Mungkin Willunga Hill adalah tanjakan paling terkenal di TDU. Karena hampir setiap tahun juaranya selalu ditentukan di sana. Dari Adelaide, cyclist harus bersepeda dulu ke selatan, sejauh 40-an kilometer ke arah McLaren Vale (lewat jalur khusus sepeda). Dari kota pusat produksi wine itu, baru kita menuju Willunga Hill.

Panjang tanjakan tersebut hanya sekitar 3 km. Juga tidak terlalu curam, kebanyakan konstan 5-7 persen, dengan maksimal kemiringan 8-9 persen. Tapi, saat lomba, di sanalah para climber bersinar, melaju dengan kecepatan di atas 30 km per jam.

Dalam empat tahun terakhir, King of Willunga Hill adalah Richie Porte, pembalap asal Tasmania.

Walau tanjakan di atas kertas tidak terlalu berat, tantangannya adalah angin kencang dan temperatur tinggi saat musim panas. Misalnya saat penulis dan beberapa rekan dari Indonesia mengunjunginya Selasa lalu (17/1).

Waktu itu Adelaide sedang panas-panasnya. Suhu selalu di kisaran 40-45 derajat Celsius, nyaris tanpa awan, sehingga sinar matahari begitu menyengat. Udara kering juga membuat kami terus haus.

Saking panas dan menyiksanya, penulis sampai muntah-muntah setelah memaksakan diri secepat mungkin menanjak di Willunga Hill.

Sebagai bonus, angin panas menyemprot wajah bak hair dryer saat menggelinding turun dari tanjakan tersebut!

Kadang cuaca memang bersahabat. Sehari kemudian, misalnya, cuaca kembali menyenangkan di kisaran 25 derajat Celsius.

Memang tidak harus di tengah musim panas untuk mengunjungi Adelaide. Tapi, rasanya kurang afdal kalau berkunjung saat TDU tidak berlangsung! (*) 

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore