
TANJAKAN MEMATIKAN: Yohanes Teknowijoyo dan Tonny Budianto saat melintasi Checker Hiill, tanjakan dengan kemiringan maksimal mencapai 19 persen.
Adelaide, Australia Selatan, mungkin salah satu kota paling ideal untuk dikunjungi penghobi sepeda. Berikut sejumlah alasan mengapa kota itu tidak punya banyak pesaing di dunia.
CATATAN AZRUL ANANDA
---
Tidak banyak kota di dunia ini yang bisa dibilang sebagai surga bagi penghobi sepeda. Maksudnya, kota yang lengkap infrastrukturnya, asyik rute-rutenya, dan dahsyat toko-toko sepedanya.
Adelaide adalah salah satu yang paling luar biasa.
Setiap tahun, setiap bulan Januari, kota itu menjadi tuan rumah Tour Down Under (TDU), ajang pembuka rangkaian WorldTour alias balap kasta tertinggi. Jadi, ada balapan dahsyat di sana, menampilkan bintang-bintang terbesar.
Tahun ini misalnya. Ada sang juara dunia Peter Sagan plus sejumlah superstar seperti Richie Porte, Caleb Ewan, Geraint Thomas, dan lain-lain.
Balapan itu unik karena semua aktivitasnya terpusat di tengah kota. Semua pembalap selalu menginap di hotel yang sama (Hilton) selama lomba berlangsung, jadi tidak memusingkan dan melelahkan.
Kemudian, di seberang hotel itu ada Victoria Square, sebuah taman kota. Nah, setiap kali TDU berlangsung, taman itu berubah menjadi arena festival sepeda superkeren. Ada pameran sepeda, atraksi musik, arena permainan serta hiburan, dan lain-lain.
Karena itu lomba WorldTour perdana, semua barang-barang sepeda termutakhir dipamerkan di sana.
Hobi mengunjungi toko sepeda? Adelaide juga surga. Toko-tokonya besar-besar dan barang yang dijual sangat menggiurkan bagi penghobi. Barang-barang terbaik dari seluruh dunia bisa didapatkan di kota itu. Apalagi saat TDU berlangsung. Banyak barang baru tersedia dan rata-rata belum tersedia di negara-negara lain di dunia!
Kota sepeda tentu harus punya infrastruktur yang lengkap pula. Dalam hal ini, Adelaide luar biasa. Hampir semua jalannya memiliki lajur khusus sepeda yang mulus, aman, dan nyaman.
Bukan hanya itu, ingin ke luar kota pun, sepeda dibuatkan jalur sendiri. Terpisah dengan mobil. Penulis dan sejumlah rekan sempat bersepeda dari Adelaide ke selatan, ke arah perkebunan anggur McLaren Vale, lalu menanjak ke Willunga Hill.
Hampir seluruh perjalanan puluhan kilometer itu melintasi jalur khusus sepeda. Kadang berjajar dengan jalan tol, kadang berjajar dengan rel kereta api, kadang memotong perumahan, kadang melewati hutan.
Aspalnya mulus, nyaris tak ada lubang, dan cukup lebar. Ada underpass-nya (kalau melewati jembatan), ada jembatannya (kalau melewati sungai), ada overpass-nya (kalau melintasi jalan), dan lain-lain. Sangat mengasyikkan.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
