Peserta Adelaide Christmas Pageant tampil meriah dengan kostum warna-warni saat parade Natal tahunan di Australia Selatan (Dok. National Pharmacies Christmas Pageant)
JawaPos.com - Suasana pusat kota Adelaide kembali dipenuhi keceriaan menjelang akhir tahun melalui penyelenggaraan Adelaide Christmas Pageant. Parade Natal tahunan yang kini berada di bawah nama National Pharmacies Christmas Pageant ini menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan Natal, dengan ribuan warga memadati ruas jalan utama untuk menyaksikan arak-arakan penuh warna dan kemunculan Father Christmas sebagai daya tarik utama.
Tradisi ini bukan acara baru bagi masyarakat Adelaide. Mengacu pada catatan SA History Hub, pageant pertama kali digelar pada 18 November 1933 atas inisiatif Sir Edward Hayward, pemimpin department store John Martin & Co. Kala itu, parade dirancang sebagai hiburan publik di tengah kondisi ekonomi sulit akibat Depresi Besar, sekaligus upaya membangkitkan semangat masyarakat. Antusiasme warga begitu besar, dengan puluhan ribu orang hadir menyaksikan parade perdana tersebut.
Meski sempat terhenti selama Perang Dunia II, Adelaide Christmas Pageant kembali digelar secara rutin dan perlahan menjelma menjadi tradisi tahunan yang melekat kuat dalam kehidupan sosial kota. Informasi dari situs resmi National Pharmacies Christmas Pageant menyebutkan bahwa acara ini sejak awal dimaksudkan sebagai perayaan terbuka dan gratis, sehingga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan usia maupun latar belakang.
Parade ini menampilkan beragam atraksi, mulai dari float bertema Natal, kelompok tari, badut, hingga marching band dari berbagai komunitas lokal. Rute panjang yang melintasi pusat kota menjadikan acara ini dikenal luas sebagai salah satu parade Natal terbesar di Belahan Bumi Selatan, sekaligus ajang kebersamaan yang melibatkan ribuan relawan setiap tahunnya.
Dalam pelaksanaan terbaru pada tahun 2023, ABC News melaporkan bahwa pageant tersebut menarik lebih dari 300.000 penonton. Banyak keluarga bahkan datang sejak pagi hari demi mendapatkan tempat terbaik di sepanjang rute parade. Penyelenggaraan ini juga menandai usia ke-91 Adelaide Christmas Pageant, yang berlangsung lancar di bawah cuaca cerah khas awal musim panas Australia Selatan.
Lebih dari sekadar tontonan, Adelaide Christmas Pageant memiliki nilai simbolik yang kuat bagi warga Adelaide. Parade ini merepresentasikan semangat kebersamaan, kesinambungan tradisi lintas generasi, serta optimisme yang selalu hadir menjelang Natal. Hal ini sejalan dengan tujuan penyelenggara yang menempatkan pageant sebagai ruang perayaan kolektif bagi masyarakat setiap akhir tahun.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
